Rasa trauma itu pasti ada, itulah yang saat ini aku rasakan terhadap seseorang laki-laki yang dulu pernah dekat denganku, jadi pada saat itu aku bertekat mempunyai prinsip agar tidak dekat dengan seorang laki-laki lagi. Karena yang aku rasakan pada saat itu membuat hatiku benar-benar sangat hancur, dan pada waktu aku sedang menjalani hubungan dengannya aku sudah merasakan bahwa dia adalah laki-laki yang tidak baik, sudah terlihat dengan cara dia berbicara bahkan tidak bisa menghargai wanitanya.Â
Sejak saat itu aku tidak lagi berhubungan dengannya dan memutusnya untuk mengakhiri hubungan. Tadinya aku sangat kecewa dengan sikap dia seperti itu tapi setelah putus hati merasakan kesenangan dan tidak tertekan lagi. Setelah kita putus aku tidak lagi dekat dengan seorang laki-laki, aku tidak mau kejadian yang sama terulang seperti itu.Â
Dan benar saja selama 2 tahun lebih aku memilih untuk sendiri dan tidak dekat dengan seorang laki-laki lagi, bahkan pada waktu itu ketika ada yang mendekatiku malah merasa tidak nyaman, kadang juga risih, dan sepertinya sudah mati rasa dengan gombalan laki-laki.Â
Singkat cerita ketika aku melanjutkan sekolah di SMK waktu itu terasa seperti biasa saja, dan tidak ada juga yang dekat denganku pada saat itu, tetapi pada waktu aku naik kelas 12 tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mendekatiku, dia seangkatan denganku tetapi kita beda jurusan, pertama kali kita kenalan di Whatsapp dia yang chat aku duluan kita sering banget komunikasi lewat chat dan vidio call bahkan hampir setiap hari.
Dan seiring berjalannya waktu kita menjalani hubungan tanpa status, kita hanya sebatas teman dekat dan seperti biasa dia memperlakukan ku dengan sangat baik, dia sering membantuku mengerjakan tugas dan begitu juga sebaliknya. Setelah kita menjani hubungan ini pasti akan merasakan yang namanya rasa nyaman, rasa nyaman ini pun tumbuh secara tiba-tiba.Â
Tetapi juga aku bersikap untuk biasa saja karena aku juga tidak mau menaruh harapan lebih dengan seorang laki-laki. Aku takut kejadian yang dulu terulang lagi, walaupun terkadang aku juga berpikir ingin membuka hati lagi. Walaupun kita sering ketemu disekolah tetapi kita tidak pernah saling komunikasi secara langsung kita hanya dekat lewat sosmed.Â
Pada suatu hari dia pun berani main ke rumahku untuk pertama kalinya dan disitu masih merasa canggung karena berkomunikasi secara langsung, tapi lama kelamaan kita sudah merasa biasa saja untuk saling ngobrol, kita berbagi cerita disitu dan merasakan ada kecocokan saat berbicaranya, karena sudah sore dia pun izin untuk pulang.Â
Dan setelah pulang dia kembali chat aku dan kita membahas pembicaraan yang tadi, dan terus menerus kita dekat walaupun sudah saling nyaman tetapi dia tidak pernah sekalipun mengungkapkan apa yang dia rasakan, tapi aku mencoba untuk biasa saja pada saat itu.Â
Aku dekat dengan dia itu hampir 1 tahun lebih kita menjalani hubungan ini, tetapi aku juga merasa sepertinya dia mengganngapku hanya sebatas teman tidak lebih dari itu, dan akhirnya aku mencoba untuk biasa saja walaupun dia terus mendekatiku seakan-akan ingin menjalani hubungan yang serius tatapi disitu aku sadar kalau aku harus menjauhinya, karena aku tidak mau kalau kita terus dekat tapi tidak ada niatan untuk serius.Â
Akhirnya aku menjauhinya dengan cara tidak membalas chat dan tidak ada kabar sama sekali, aku melakukan hal seperti itu berkali-kali bahkan dia sampai spam chat aku tidak membalasnya, dan pada saat itu kemungkinan dia sudah capek mengahadapi sikapku yang seperti ini akhirnya kita lost contact dan tidak pernah berkabar, setelah kita lulus sekolah pun tidak pernah menyapa satu sama lain sampai sekarang. Padahal dulu seakan-akan memberiku keseriusan tetapi malah tidak ada kepastian, sekarang jadi merasa mati rasa terhadap seorang laki-laki.Â
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”