Malam ini aku kembali menulis, kali ini tulisanku ku tujukan untuk sebuah hati yang sedang lelah menanti kapan datangnya jodoh. Apa kabar? Masih menunggu, atau sudah lelah,atau bahkan sudah tak peduli lagi tentang jodoh. Iya kamu yang sering dalam doa-doamu menyebut sebuah nama yaitu jodoh. Masih setia berdoa atau sudah capek? Atau bahkan menyalahkan Tuhan karena belum terjawab doamu. Ketika ada yang datang dan kamu kira itu jodoh dan mendoakan tapi dia malah pergi. Kemudian akhirnya kamu kembali sendirian. Lelah kan?


Menunggu memang hal yang paling membosankan, menunggu yang berjanji datang saja kadang bosan apalagi menunggu seseorang yang sekarang tak tau entah dimana dan entah kapan pula dia datang pasti lelahkan?


Advertisement

Ketika ada orang yang berdoa tentang jodoh tapi ada nama yang diselipkan di sana untuk berjodoh dengannya dan kamu hanya menyebut namanya jodoh tapi tak tahu dia siapa karena tak ada nama yang bisa kamu sebutkan? Bagaimana rasanya, seperti menunggu hujan  di siang bolong. Mustahilkan? rasanya melakukan sesuatu yang sia sia. aku menuliskan ini bukan karena hati ini sudah tak lagi menyendiri tapi  hidup harus menikah kan?

Nah itu dia kapan? Dan sama siapa? Sementara masih sendiri. Bukan menikah untuk bahagia sih tapi harus ada keturunan kan? Lah kalau sendiri sampai nenek-nenek trus siapa yang mau rawat nanti. Ini bukan tentang kebahagian tapi tentang massa depan dan menikah itu masa depan bukan harus bahagia atau kalau nenek-nenek masuk panti jompo aja kali ya, hahaha terkadang aku geli sendiri memikirkan itu.

Banyak orang bilang sendiri juga bahagia, tidak masalah. tapi di sini aku juga mau  bilang menikah itu penting. Bukan sekedar keinginan tapi juga kebutuhan.kita perlu teman hidup, teman yang bisa diajak bertukar pikiran, diajak sharing, diajak kemana aja, dan itu hanya bisa di lakukan oleh suami. Iya mungkin sekarang kamu lagi bahagia sendiri karena banyak teman, tapi teman temanmu itu kan bisa menikah dan meninggalkanmu. Kamu juga perlu anak, perlu keluarga untuk kamu bangun dan bahagiakan perlu massa depan. Benar kata orang tua, percuma punya segalanya tapi tidak menikah. Kesepian pastinya.

Advertisement

Jangan terlalu nyaman sendiri, kamu perlu keluar dari sona nyamanmu itu.  Hidup tidak ada perubahan jika terus berada dalam sona nyaman. Keluarlah cobalah yang menantang dan pasti lama kelamaan nyaman juga. banyak yang takut menikah karena nanti tidak bahagia? Lalu untuk apa hidup? Hidup itu keras kawan jadi harus kuat jalaninnya.


Hidup itu belajar dan seumur hidup kita harus banyak belajar.


Belajar jadi anak yang baik, jadi gadis yang baik, kemudian jadi ibu yang baik buat anak anak nantinya. Jadi menikah lah, tapi jangan buru buru juga. Tunggu waktu yang pas saja. Kemudian bagaimana dengan yang menanti jodoh sampai sudah lelah menunggu tapi tak kunjung datang? Hati yang sudah  tak mau tau lagi? Tenang saja. Semua ada waktunya kok. Tidak ada yang tak mungkin jika terus berdoa. Jadi  tetap berdoa walau sudah lelah dan tetap buka hati yang namanya jodoh pasti datang.

Kalau dia tidak datang pasti kamu menemukannya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya