Pariwisata Indonesia semakin menunjukkan keunggulannya di sektor ini. Banyak penghargaan terbaru Indonesia datang dari sektor pariwisata. Akan tetapi negara mana pun yang mengembangkan sektor pariwisata tidak terlepas dari negara lain atau dunia internasional sehingga diperlukan suatu organisasi yang dapat berfungsi sebagai kerjasama, penyebarluasan informasi tentang pariwisata yang ada di negaranya. Dengan kerjasama antar negara secara bilateral maupun multilateral dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan memperlancar arus wisatawan
Setiap negara berkewajiban membenahi sarana prasarana dan sumber daya manusia untuk mengembangkan sektor promosi pariwisata. Setiap tahun, kinerja pariwisata Indonesia meningkat karena Setiap tahun, kinerja pariwisata Indonesia meningkat seperti beberapa komoditas lainnya. Lalu untuk mendapatkan keuntungan lebih dari sektor pariwisata, pemerintah Indonesia memasukan investor-investor asing demi menaikan kualitas pariwisata.
Â
Judd (1999) menawarkan konsep ‘tourist bubble’ (gelembung wisatawan) untuk ruangruang wisata yang menarik pengunjung dan wisatawan betah didalamnya. Ia memisalkan gelembung wisatwan ini seperti taman bermain yang menyediakan segala hiburan yang menawarkan kepuasan dengan lingkungan buatan yang bersih dan atraktif . Pembangunan wisata ini memang memiliki implikasi berupa standarisasi di dalam produksi massal tempat-tempat destinasi. Pengunjung merasa aman, nyaman di linkungan semacam ini, yang menawarkan rasa familiar yang sama (Maitland, 2007), tanpa harus mengkhawatirkan kenyataan apa yang terjadi di luar lingkunagn gelembung itu.
Tidak semua urban tourism dinikmati dengan membayar, nyatanya ada urban tourism yang bisa dinikmati secara gratis, contohnya adalah taman kota atau public park. Dengan laju pertumbuhan masyarakat perkotaan yang tinggi, tempat-tempat umum seperti taman, jalan, dan alun-alun menjadi sorotan sekaligus pusat kota kota dan berperan vital bagi penduduk perkotaan yang tidak mampu memiliki fasilitas pribadi.
Tren pengurangan ruang terbuka hijau perkotaan dalam beberapa tahun terakhir baik di wilayah metropolitan maupun perkotaan sangatlah tidak baik bagi kesehatan lingkungan, maka dari itu pemerintah berinisiatif membangun sebuah taman yang juga dapat difungsikan sebagai tempat wisata. Jika kita membandingkan jumlah pemanfaatan dan pembukaan taman umum kecil di Kota Jakarta, khususnya di tingkat wilayah, adanya masukan masyarakat ke dalam sistem masyarakat rekreasi menjadi fitur strategis untuk keberadaan dan taman yang ramah akan lingkungan.
Kebanyakan luas lahan di Jakarta didominasi oleh ruang terbangun (88,6%)
Ada tujuh Taman Umum yang terkenal di Jakarta, yaitu Taman Menteng, Taman Suropati, Taman Situ Lembang, Taman Ayodhya, Taman Cattleya, Taman Kodok, dan Taman Langsat. Pemilihan Taman Umum ini mengacu pada situs resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Beberapa taman yang ada dijakarta memiliki petunjuk dalam bahasa Indonesia dan inggris untuk memudahkan turis lokal maupun mancanegara, taman ini juga sering direkomendasikan oleh World Tourism Organization
Kolaborasi dari seluruh pemangku jabatan dan pemerintah sangat diperlukan untuk mendapatkan cara yang tepat guna meningkatkan pemanfaatan taman dengan tetap menjaga kebersihan dan kualitas. Dari kerjasama yang ada tersebut terlihat, bahwa Jakarta adalah kota yang ramah bagi semua orang tanpa terkecuali
Â
Bibliography
Adiati, M. (2018). Public parks as urban tourism in jakarta. 1-8.
Epifania, P. (2011). SEMINAR NASIONAL LIFE STYLE AND ARCHITECTURE . GAYA HIDUP KAUM URBAN JAKARTA DAN KECENDERUNGAN PEMINATAN PARIWISATA URBAN DI JAKARTA , 474-484.
Page, S., & Ashworth, G. (2011). Tourism Management. Urban Tourism Research: Recent Progress and Current Paradoxes, 1-15.
Putri, N. I., & Sudaryanto. (2018). Indonesia Tourism In Attracting Foreign Investors. The Role Of FDI, 217-220.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”