Wanita memang selalu memaafkan, tapi goresan luka di hatinya tak pernah sembuh total. Tak perlu dipinta, wanitamu akan selalu memaafkan apapun yang kamu lakukan terhadapnya. Karena seberapa pun emosinya wanita ketika dilukai, dikhianati, atau hal lebih menyakitkan dari pada itu, mereka selalu punya beribu cara berpikir untuk memaafkan.
Sepertinya terlalu muluk bagi kami untuk dapat mengungkap apa yang di rasa oleh hati dan apa yang tergores menjadi luka..! Haaah entahlah, bagaimana kalian para lelaki saja… Kami sudah lelah!
Bagi kami kehilangan itu lebih menyakitkan, ketimbang menutupi luka dengan ribuan senyuman. Tapi bukan berarti kalian para lelaki selalu mengulangi kesalahan. Kami punya rasa lelah!
Bisakah mengerti perasaan kami? Meski mungkin hanya secuil yang. kalian berikan Tak apalah… Kami hanya ingin didengarkan, diberitahu ketika ada masalah, tidak terus-terusan dibohongi apalagi dikhianati.
Apakah permintaan sederhana kami menjadi masalah? Apa kalian memang lebih senang melihat lautan air mata setiap harinya? Berpikirlah!
Temukan jawaban dihati yang terdalam, lalu peluk lah dan ucapkan terimakasih pada wanita yang selama ini telah banyak berkorban untukmu atau bahkan untuk keluargamu.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”
Egis Yulianti bener mbk , saya suda memaafkan , tp rasa.na suLit bgt buat ngLupain kesaLahan.na begitu aja , sama haL.na dgn kertas yg disobek 🙂 dan istiLah *saya tdk dendam tp saya ingat* 😀 heheehe
klo masih ada goresan berarti bukan memaafkan..
karna yang bisa salah itu tidak hanya laki2, saling memaafkan, perbaiki dan lupakan
Oleh karena itu mencintai menyayangi seseorang secukupnya saja ..
Yg perlu dilebihkan adalah keimanan kepada Allah SWT ..
Karena ketika disakiti oleh pasangan/suami/istri kita bisa ikhlas menerima dan memaafkan ..
Karena pasti ada sebab mengapa seseorang menyakiti kita ..
Dan namanya jg manusia tidak akan luput dari kesalahan ucap, perbuatan, ataupun lainnya ..
Mbak… Mau mint caravan info… Sama ini aq agak kasian sm status singleparent pada perempuan… Hampir 100% perempuan yg ” bergelar singleparent “…
1.Slalu di anggap bersalah… Makany di ceraikan oleh suami
2. Slalu di anggap “ga benar” di mata MASYARAKAT… Terutama oleh lelaki… Mrk slalu beranggapan :oh dy ud j*nda… Jd bs di ini itu
3. Malah di permainkan perasaannya… Krn biasa lelaki menganggap mrk past bunuh sosok lelaki dlm hidupny…
4. Biasa lelaki menganggap remeh wanita yg bergelar singleparent…
Pdhal menurut pandangan sy…zaman skrg to Wanita yg bergelar singleparent… Ga memerlukan sosok laki”… Mrk bs berjuang sendirian utk anak ny… Mrk Bahkan Lbh kuat Dr sblmny… Mrk ga seharusny di pandang remeh… Ga seharusny di permainkan…Di pandang yg “aneh-aneh… (gampang) dll”
Bnr ga mbak??
Tears …. benar sekali . Wanta juga pantang mnyerah dan meletakkan beban ,hingga benar2 ia merasa tyda lagi kesanggupan tuk trs bertahan dalam kisahnya
dalam segi ilmu komunikasi, sesuatu yang sudah terucap, akan selalu teringat.. tidak ada yg bisa dilupakan, tapi jika belajar ikhlas itu harus.. kalau lupa, tidak.. seperti setiap individu pasti akan ada amsa dimana ia ingat pada hal yg sudah terlwat (masa lalu)
trmksh untuk komentarnya mas..
terimakasih komentarnya mba.. jika hanya sekedar teori itu mudah sekali memang.. disini saya berusaha menuangkan dari segi umumnya saja.. dan pada dasarnya cinta yang hakiki hanya cinta kepada-Nya..
Mungkin ni sebagian besar dari kata perasaan wanita….ato wanita pada umum nya…
Kadang wanita mudah memaafkan tp dia sering mengukit2 masalh yg dy maafkan…itu sering terjadi
Karena wanita berpikir dengan perasaan
Makasih atas artikel ini mb egis..
Minimal berusaha, melupakan lah hakikat dri memaafkan….he
14. [8] [9]Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu,[10] maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka [11]dan jika kamu memaafkan dan kamu santuni serta mengampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[12].
15. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)[13], dan di sisi Allah pahala yang besar[14].
16. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu[15] dan dengarlah[16] serta taatlah[17]; dan infakkanlah[18] harta yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung[19].
– See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-at-taghaabun-ayat-11-18.html#sthash.XMKQT9La.dpuf