Makam Syekh Anom Sida Karsa, Rekomendasi Wisata Religi di Kebumen

wisata religi Kebumen

Makam Syekh Anom Sida Karsa di Desa Grogolbeningsari, Kecamatan Petanahan, Kab. Kebumen, Jawa Tengah. Berjarak sekitar 12 kilometer dari Pusat Kota Kebumen atau sekitar 6 km dari Pantai Petanahan, Kebumen.

Advertisement

Pada area makam Syekh Anom Sida Karsa, peziarah dapat melihat pemakaman yang terdiri dari beberapa makam termasuk makam Syekh Anom Sida Karsa sendiri. Sebelum memasuki pintu makam, peziarah biasanya berwudhu di tempat wudhu mushalla yang ada di depannya.

Syekh Anom Sida Karsa yang diketahui merupakan seorang waliyullah. Dari penelusuran silsilahnya ternyata dia masih merupakan keturunan ke-5 dari Raden Fatah. "Dullah Sidiq" adalah nama aslinya. Masa hidupnya ketika zaman Hamengkubuwana IV. Konon dia memang keturunan darah biru, namun karena kecintaannya pada Sang Kholiq dia lebih memilih untuk menyebarkan Agama Islam daripada mementingkan pangkat.

Menurut Juru Kunci Makam Syekh Anom Sida Karsa, Silsilah beliau bersambung juga dengan Kerajaan Majapahit. Berikut urutan nasabnya Prabu Kertabhumi (Brawijaya V) – Raden Patah – Sultan Trenggono – Sunan Prawoto – Pangeran Kediri – Pangeran Sudarmo – Pangeran Anom atau Syekh Anom Sidakarsa.

Konon, Syekh Anom sengaja datang dan menetap di Kebumen untuk menyantri kepada Syekh Abdul Awal, ulama di Jawa Tengah bagian selatan. Oleh karenanya, tidak heran jika makam Syekh Anom berada tidak jauh dari Makam Syekh Abdul Awwal.

Meskipun berasal dari Demak, namun Syekh Anom Sidakarsa lebih menghabiskan akhir hayat di Kebumen untuk menyebarkan agama Islam di daerah Kebumen ini. Keturunan Ningrat tak membuatnya jumawa, dan beliau lebih senang membaur bersama rakyat.

Advertisement

Jika masuk ke dalam serambi bangunan Makam Syekh Anom Sida Karsa yang di keramik seluruhnya terlihat ada beberapa buah makam yang posisinya terpisah dengan letak tak teratur, dengan bentuk dan ketinggian yang berbeda-beda pula.  Sementara itu, makam Syekh Anom Sidakarsa sendiri terletak di dalam sebuah cungkup yang ditutup kain dan kerangka besi. Dindingnya berupa kaca dengan ornamen kaligrafi ayat Al-Qur’an. Cungkup tersebut digembok oleh pengelola untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tak jauh dari areal makam berdiri masjid yang konon peninggalan oleh Ki Anom Sidakarsa. Meski tak begitu besar, namun masjid tua ini cukup terawat. Di depan terdapat prasasti yang disana tertulis “Masjid Surnodupes” dengan aksara arab. Dibawah terdapat tulisan “Wadas Grogolbeningsari masjide Mbah Syekh Anom Sidakarsa pengikut surnodupes sedoyo penderek Mbah Syekh Anom Sidakarsa” yang tertulis dengan aksara latin.

Karena memang tidak membuka pesantren dan hanya menerima Santri Kalong (pulang pergi), yang mengaji hanya pada malam hari, bisa dimengerti bahwa Syekh Anom tidak membutuhkan tempat yang luas untuk menerima dan mengajar murid-muridnya. Masjid pun mungkin cukup untuk memenuhi kebutuhan menampung para santri yang jumlahnya ratusan.

Saat ini, Makam Shekh Anom Sidakarsa selain sebagai tempat Ziarah juga menjadi cagar budaya sebagai bukti keberadaan Ulama yang giat menyebarkan syari’at Islam di masa lampau. Pemugaran makam ini dilakukan pada tahun 1982, dan terus berlanjut dengan membangun pendopo, mushalla, serta taman pendidikan Al-Qur’an dan madrasah yang diberi nama Madrasah Al-asna yang berarti bersinar. Dinamakan demikian karena Pak Muhyiddin, sang juru makam mengambil berkah dari Pondok Pesantren Al-Asna, sebuah pesantren besar di kabupaten Kebumen.

Makam Ki Anom Sidakersa tak pernah sepi dikunjungi dari pengunjung dari berbagai daerah. Mereka berziarah seraya memanjatkan doa kepada Allah SWT agar segala hajatnya dikabulkan. Ziarah ke pusara Ki Anom Sidakersa juga dilakukan sebagai wujud syukur dan ungkapan terima kasih kepada almarhum yang telah besar jasa dalam mendakwahkan kalimat tauhid di Bumi Kebumen.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang Mahasiswa yang sedang menjalankan tugas kuliah

CLOSE