Setiap ibu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya termasuk ASI Ekslusif 6 bulan. Namun, pemberian itu memiliki kemungkinan terkena masitis. Inilah penjelasan lengkapnya.

Definisi dan Gejala

Advertisement

Mastitis merupakan suatu proses peradangan pada jaringan payudara Anda, bisa pada satu atau kedua payudara Anda. Mastitis ini bisa terjadi pada saat awal menyusui atau bahkan saat Anda sudah menyapihnya.

Gejala mastitis menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia adalah sebagai berikut:


  • Demam, suhu lebih dari 38,5oC

  • Badan yang menggigil

  • Nyeri atau ngilu di seluruh tubuh

  • Payudara kemerahan, tegang, panas, bengkak, dan terasa sangat nyeri

  • Peningkatan kadar natrium dalam ASI, sehingga ASI terasa asin dan membuat bayi menolak untuk menyusu

  • Timbul garis-garis merah yang mengarah ke ketiak

Advertisement

Penyebab

Peradangan pada payudara ini bisa terjadi karena; 1) ASI menetap pada bagian tertentu payudara akibat saluran tersumbat atau payudara bengkak (disebut statis ASI), 2) ASI tidak dapat dikeluarkan, maka akan terjadi peradangan pada jaringan payudara (disebut mastitis tanpa infeksi), 3) payudara telah terinfeksi bakteri, bakteri bisa masuk misalnya melalui putting payudara yang retak (disebut mastitis terinfeksi).

Penyebab lain diantaranya adalah:


  • Terdapat riwayat mastitis

  • Puting yang lecet dan menyebabkan timbulnya rasa nyeri, akibatnya membuat kebanyakan ibu menghindari pengosongan payudara secara sempurna

  • Frekuensi menyusui jarang atau waktu menyusui pendek

  • ASI yang tidak diberikan pada anak Anda secara sempurna, menyusui dengan cepat misalnya

  • Bayi yang hanya mengisap putting Anda saja (tidak termasuk areola) dan menyebabkan puting terhimpit diantara gusi atau bibir sehingga aliran ASI tidak sempurna

  • Produksi ASI Anda yang terlalu banyak, sehingga Anda memerlukan waktu lebih untuk mengosongkan isi payudara Anda dan jika tidak dilakukan bisa menyebabkan mastitis

  • Payudara yang terlalu mendapatkan tekanan misalnya oleh bra yang terlalu ketat atau sabuk pengaman pada mobil

  • Penggunaan krim dalam bentuk apapun pada puting

Catatan: dengan mengetahui penyebab peradangan maka pencegahan bisa dilakukan.

Perawatan atau Pengobatan

Jika Anda sudah mengalami gejala peradaan pada payudara maka sebaiknya menghubungi dokter Anda, dokter Anda akan memberikan antibiotik yang akan memberikan bereaksi pada satu atau dua hari. Bila lebih dari itu antibiotik tidak bekerja, maka Anda perlu menghubungi dokter Anda dan mengganti antibiotiknya.

Perawatan peradangan payudara yang bisa Anda lakukan di rumah:


  • Anda yang menderita mastitis harus beristirahat total, mengkonsumsi banyak cairan pemulih elektrolit tubuh, dan mengkonsumsi makanan dengan nutrisi berimbang, serta vitamin untuk ibu menyusui. Mintalah anggota keluarga lain untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga agar Anda dapat beristirahat.

  • Anda bisa menyusui dengan frekuensi lebih sering dan dimulai dari payudara yang mengalami mastitis. Namun, jika Anda merasakan rasa sakit yang amat sangat. Maka Anda bisa menyusui dari sisi payudara yang sehat, setelahnya baru pada payudara yang terkena mastitis.

  • Kompres payudara dengan air hangat terutama saat Anda menyusui. Hal ini akan sangat membantu mengalirkan ASI. Setelah menyusui atau memompa ASI, kompres dengan air dingin dapat dipakai untuk mengurangi nyeri dan bengkak.

  • Jangan menghentikan menyusui, karena jika itu Anda lakukan maka akan memicu risiko terjadinya abses dibandingkan Anda yang tetap menyusui.

  • Anda yang tidak mampu untuk melanjutkan menyusui harus memerah ASI dari payudara dengan tangan atau pompa.

  • Anda bisa memijat payudara yang dilakukan dengan jari-jari selama menyusui dari daerah sumbatan ke arah puting juga dapat membantu melancarkan aliran ASI.

  • Mengkonsumsi analgesik dari resep dokter. Analgesik berguna untuk mengurangi rasa nyeri pada peradangan payudara. Analgesik yang dianjurkan seperti ibuprofen. Ibuprofen sampai pada dosis 1,6 gram per hari tidak akan mempengaruhi ASI sehingga dapat direkomendasikan untuk ibu menyusui yang mengalami mastitis.

Mengkonsumsi antibiotik. Jenis antibiotik yang biasa digunakan adalah dikloksasilin atau flukloksasilin 500 mg setiap 6 jam sekali.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya