Gaya hidup sehat sepertinya mudah, namun tidak semua orang bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Padahal mengabaikan pola hidup yang sehat bisa mengancam kesehatan tubuh dan menghadirkan berbagai penyakit. Dewasa ini banyak penyakit yang tumbuh dan berkembang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat.

Artinya, penyakit ini tidak selalu karena keturunan/genetis, dan cara penanganan dan penyembuhannya lebih menekankan pada pola hidup. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh pola hidup dan pola makan yang tidak sehat adalah penyakit Diabetes Militus atau yang lebih umum dikenal dengan penyakit kencing manis.

Advertisement

Penyakit diabetes merupakan penyakit yang kerap menyerang manusia, terutama di Indonesia. Penyebab penyakit ini antara lain karena faktor keturunan dan kebiasaan hidup sehari-hari yang kurang sehat dan seimbang. Secara klinis, penyakit diabetes disebabkan oleh terjadinya kelainan pada proses metabolisme tubuh.

Penyakit ini muncul karena adanya kadar glukosa (gula darah) yang berlebihan sehingga menyebabkan insulin dalam tubuh tidak mampu memecah glukosa dengan baik. Insulin adalah hormon tubuh yang salah satu fungsinya adalah memecah glukosa.

Diabetes

Penyakit diabetes terbagi menjadi dua tipe:

Advertisement

Tipe 1, disebabkan karena tubuh tidak mampu menghasilkan insulin sebab sel penghasil insulin hancur oleh virus. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak dan dewasa di bawah 40 tahun.

Tipe 2, pada diabetes tipe ini, pada umumnya tubuh masih mampu menghasilan insulin namun tidak cukup kuat untuk memecah glukosa yang berlebih. Penyakit ini biasanya menyerang manusia yang berumur lebih dari 40 tahun. Namun dalam perkambangannya, diabetes tipe 2 juga menyerang mereka yang berusia 20 tahun ke atas.

Stop Diabetes

Pencegahan dini penyakit diabetes perlu dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri gejala penyakit diabetes ini. Secara umum ciri-ciri gejala diabetes antara lain:

Mudah lelah

Ciri awal yang sering muncul namun tidak disadari adalah kondisi tubuh yang mudah lelah. Perlu diwaspadai jika seseorang merasa mudah lelah yang berbeda dari biasanya saat melakukan aktivitas harian. Hal tersebut merupakan tanda bahwa ada masalah pada salah satu organ tubuh.

Berat badan menurun

Berat badan yang menurun secara terus-menerus tanpa diketahui sebab pastinya. Hal ini karena tubuh tidak mampu menyerap glukosa dengan benar. Glukosa merupakan sumber energi tubuh.

Sering merasa haus

Rasa haus yang berlebihan dapat menjadi indikator Anda mengalami diabetes.

Sering buang air kecil

Penderita diabetes sering kali mengalami peningkatan dorongan untuk buang air kecil.

Warna kulit menjadi lebih gelap

Warna kulit menjadi lebih gelap, terutama di bagian leher. Hal ini karena insulin banyak menghasilkan pigmen. Selain itu, muncul masalah kulit yang lain karena diabetes memengaruhi sirkulasi darah sehingga kelenjar keringat mengalami disfungsi. Kulit menjadi bersisik, terasa gatal, kering, dan iritasi.

Daya penglihatan melemah

Glukosa yang meningkat menyebabkan penglihatan menjadi tidak fokus. Kadar glukosa yang meningkat merusak pembuluh darah dan membatasi cairan yang masuk ke mata, sehingga mengubah bentuk lensa dan bola mata. Keadaan ini bisa kembali normal bersamaan dengan berkurangnya kadar gula darah. Namun, jika tidak segera diatasi bisa menyebabkan kebutaan permanen.

Sering merasa lapar

Rasa lapar yang muncul ini tidak bisa dikendalikan. Rasa lapar tersebut bukan karena sel-sel tubuh tidak mendapat asupan glukosa, melainkan karena sari makanan dari makanan yang sudah ditelan tidak dapat masuk ke dalam sel tubuh untuk dipakai dalam proses metabolisme.

Luka susah menutup

Jika terjadi luka pada tubuh, luka tersebut akan lama sembuh atau lama mengering.

Fungsi saraf

Fungsi saraf menurun sehingga menimbulkan efek mati rasa. Beberapa bagian tubuh akan sering merasa mati rasa atau kesemutan. Biasanya di daerah tangan, kaki, dan jari-jemarinya. Peningkatan kadar gula darah membuat serabut saraf mengalami kerusakan.

Gangguan pada gusi

Penderita diabetes akan mudah mengalami kerusakan pada gusi, seperti bengkak dan iritasi.

Infeksi jamur

Diabetes memengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga penderita lebih rentan terserang berbagai bakteri dan jamur. Bisa dikatakan bahwa penyakit diabetes memungkinkan terjadinya komplikasi penyakit yang lain dalam tubuh penderita.

Jika Anda mengalami beberapa ciri di atas, sebaiknya Anda melakukan tes glukosa untuk mengetahui kemungkinan menderita diabetes. Tes glukosa dilakukan setelah sebelumnya tubuh berpuasa, untuk melihat kadar glukosa tubuh meskipun tidak mendapatkan asupan nutrisi. Jika hasilnya glukosa di atas 126mg/dL pada dua atau tiga tes yang berbeda, maka Anda positif terkena diabetes.

Diabetes Glucose Blood Monitor

Penyakit diabetes adalah penyakit dengan tingkat kematian yang tinggi karena belum ada obatnya. Penanganan yang disarankan oleh ahli medis adalah mengendalikan kadar gula darah dengan minum obat, diet karbohidrat dan gula, serta berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat dengan pola makan 4 sehat 5 sempurna. Sedangkan untuk diabetes tipe 1, penanganannya adalah dengan menyuntikkan insulin setiap hari ke dalam tubuh.

Waspadai penyakit diabetes dari sekarang dengan terlebih dulu mengenali ciri-ciri gejala penyakit diabetes, dan ubah kebiasaan buruk Anda. Pencegahan dini akan menyelamatkan banyak nyawa.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya