Kesetiaan, Kepercayaan, Kenyamanan.

Kesetiaan, Kepercayaan, dan Kenyamanan menurut Adroo, si pencari motivasi, (haha) di sini sedikit dipaparkan bagaimana suatu hubungan bisa berjalan harmonis dan langgeng. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada orang yang telah mengajarkanku tentang kesetiaan, kepercayaan, dan kenyamanan ini, meskipun saya belum bisa seperti itu, sekali lagi terima kasih banyak, dan lagi-lagi di sini saya gak akan menyebutkan nama, bagi yang merasa jangan senyam senyum aja.. hehehe. Langsung saja,

Advertisement

Kesetiaan

Banyak orang bilang kalau kesetiaan itu nggak akan berpaling ke orang lain dengan alasan apapun dari seseorang yang dicintainya (betul??). Banyak juga yang bilang kalau kesetiaan itu kunci dari berjalannya sebuah hubungan cinta dua anak manusia (deuuuh). Banyak yang merencanakan akan setia sehidup semati dengan pasangannya, nggak akan berpaling ke siapapun dalam keadaan apapun (prettt).

Tapi dalam kenyataannya, nggak gampang untuk terus memegang kesetiaan. Kesetiaan nggak bisa direncanakan. Kesetiaan kadang datang berlawanan dengan apa yang direncanakan. Apakah kesetiaan itu muncul dari dalam hati, atau hanya datang di bibir saja, untuk sekedar menyenangkan orang yang kita coba untuk cintai? (jawab dalam hati).

Advertisement

Hati ini emang nggak pernah bohong (y). Dan kalau kita mau membohongi diri sendiri dengan melawan kenyataan hati, betapa sakit hati ini melawan kenyataan. Jujur dan ikhlas sama diri sendiri aja susah, apalagi sama orang lain.

Jangan pernah bohongin diri sendiri, jangan pernah sakitin hati sendiri, jangan pernah menghindari kenyataan, jangan pernah main-main dengan kesetiaan. Okeh..!!!

Kepercayaan

Cinta juga adalah masalah kepercayaan. Cinta adalah tentang mempercayai diri sendiri jauh sebelum mempercayai orang lain. Percaya adalah perasaan aman di dalam alam semesta. Percaya adalah merasa aman tentang diri sendiri dalam hubungannya dengan hari esok.

Hingga kita dapat mempercayai, kita tidak dapat mencinta. Hingga kita bisa percaya pada diri sendiri, percaya bahwa kita hidup harmonis dengan dunia, kita tidak dapat mencintai diri sendiri. Hingga kita mencintai diri sendiri, kita tidak akan pernah tahu mencintai orang lain.

Mempercayai itu membutuhkan keyakinan. Mempercayai berarti melepaskan kendali yang menyebabkan kita menipu diri kita sendiri untuk memikirkan apa yang kita miliki.

Mencintai sesama berarti menjadi terbuka dan rawan diserang oleh orang lain (wow), sampai kemudian menyadari bahwa kita tidak peduli apapun yang terjadi dalam hubungan tersebut, dan kita tidak akan kehilangan diri kita sendiri. Sehingga jika hubungan itu tidak lagi ada, kita tidak ikut menghilang karenanya. Artinya, berhubungan tanpa kehilangan. Ketakutan akan kehilangan inilah yang menjauhkan kita dari kebersamaan. Dan kekurangpercayaan pada diri sendiri itulah yang menjadi pusat rasa takut yang membawa kita menjadi kurang percaya. Ingatlah bahwa hidup ini adalah milik Allah, dan akan kembali pada Allah, Sang Pencipta kita (betul, betul, betul??).

Mempercayai seseorang bukanlah mudah sebenarnya. Jika baru mengenalinya tentu perasaan sangsi akan timbul dari sanubari. Ada juga yang sudah lama mengenali tapi masih juga belum mempercayai. Dalam satu perhubungan, tidak wajar sekiranya kamu masih tidak ada kepercayaan terhadap si dia. Walaupun mungkin kamu tidak akan mempercayai si dia 100%, tapi tak salah kalau kamu meletakkan anggaran dibawah 70% keyakinan kamu terhadapnya. Tapi mudahkah kamu melakarkan kepercayaan terhadap si dia? Sebenarnya ada faktor-faktor yang boleh menimbulkan kepercayaan. Diantaranya: Konsisten, Komitmen, Kejujuran, Terima dia apa adanya, Perlu dimengertikan, Diyakini, Perbedaan pendapat. Hilangkan dendam, Berfikiran terbuka, Tulus dan jujur, Tak selalu didampingi, Jauh di mata dekat di hati, Persamaan, Tak saling menyalahkan, Hormat-menghormati, Penghargaan, Bukan materialistik, dan Perancangan bersama (apa lagi yah??).

g

Kenyamanan

Kadang kita merasa kalo kita adalah orang yang sangat beruntung ketika kita dapat memiliki seseorang yang kita sayangi. Tapi akankah itu akan selalu bahagia? Ada beribu pertannyaan terbesit di pikiran kita masing-masing. Mungkinkah dia mencintaiku? (hayo loh) atau hanya aku yang mencintainya (so sweet). Seberapa kuatnya aku mempertahankan hubungan ini?. Memiliki bukan berarti mencintai. Satu hal yang ingin aku beritahu kalo begitu bahagianya kita jika kita menjalani cinta dengan rasa nyaman. Ada banyak permasalahan yang dialami pasangan insan di dunia ini yang mengatakan merasa tidak nyaman dengan pasangannya. Memang benar ketika ketidaknyamanan itu muncul yang ada hanya sakit hati, lelah dan gak mampu bertahan. (betul??)

Sebagai contoh seorang gadis yang pernah curhat padaku ketika dia mengalami ketidaknyamanan dalam hubungannya dengan seseorang , katanya : “Aku memiliki banyak cinta, aku memperoleh dan memiliki semua yang aku cintai. Kalo dibilang aku sangat beruntung karena orang yang aku cintai juga mencintaiku. Tapi kenapa aku merasa sakit, kenapa aku harus selalu menangis, buat apa tangisan ini, dia mencintaiku. Tapi aku merasa gak nyaman. Ada hal dalam perasaanku yang dia tidak ketahui dan siapapun tidak mengetahuinya yang membuat aku merasa tidak nyaman, membuat aku merasa lelah dan tersiksa”. (siapa yah yg curhat?? Akh lupa saya, haha, hayo siapa nih yg curhat??)

Kata orang lebih baik melepaskannya daripada kita harus tersiksa, (betul gak??) tapi bagaimana ketika kita sangat mencintainya, (hayoo loh..!!) ketika kita tak mau kehilangan dia apakah kita harus melepasnya. Orang bilang juga masih banyak insan yang bisa dicintai tapi apakah kita gak lelah mencintai dan terus mencintai dan kenyataannya kosong, gak pernah juga bahagia. (deuuhhhh :D)

Aku sama sekali gak pernah percaya yang namanya cinta sejati dan abadi. Itu hanya dalam cerita romeo dan juliet (hahaha). Cinta yang abadi itu Cuma satu seperti cinta Allah sama aku yang gak akan pernah berakhir sekalipun aku menyakitiNya. tapi walau bagaimanapun bukan berarti kita gak boleh mencintai seseorang, apalagi ketika orang itu mencintai kita juga itu adalah suatu kebahagian bukan. Dan yang harus kita lakukan adalah kita harus tetap kuat, dan tetap bertahan buat ketidaknyamanan itu sebuah tantangan yang harus dilalui untuk membuktikan seberapa besar kita mencintainya (seperti saya yang menyukai tantangan, haha *curhat). Kalo kita mundur berarti kita belum terlalu mencintainya. Nyaman akan ada ketika kita membuat itu merasa nyaman. Walaupun sakit katakan kalimat ini dalam hatimu “aku mencintainya, dan Tuhan mempercayakan aku untuk mencintainya sehingga aku harus menjaganya “. (hohooo)

Mungkin bisa diartikan pula bahwa cinta itu adalah ''kenyamanan''. Karna tak ada deskripsi mendetail tentang cinta. Cinta itu sangat luas artinya, sulit untuk menjabarkan satu persatu tentang arti cinta. Cinta bisa saja diartikan dengan apa yang anda pikirkan saat ini. Tapi cinta tak pernah salah, yang salah itu hanyalah individu yang mengatas namakan cinta untuk kepentingan pribadi dan dengan tujuan tertentu yang menguntungkan diri sendiri dan merugikan pasangannya.

Tak ada arti kesetiaan dan kepercayaan kalau tidak ada kenyaman. Intinya dari setiap menjalin hubungan adalah karena terciptanya “KENYAMANAN” bagi kedua belah pihak.

#Terimakasih untuk sedikit waktu luang yg kalian sempatkan utk membaca tulisan ini. Semoga bisa menjadi inspirasi dan motivasi dalam hidup saya dan hidup anda. Jangan lupa likenya J hehe kalo mau copas, bilang dulu…

dede irpan nawawi

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya