Hidup yang menyajikan beraneka bentuk, warna, sifat dan apapun yang berada di sekitar hidupmu, akan lebih mudah dijalankan apabila diawali dengan sebuah kesadaran bahwa “Kita Beda”, “Mereka Beda”, “Dia Beda”, “Aku yang dulu beda dengan Aku yang sekarang” dan seterusnya. Kita perlu ingat bahwa di kehidupan ini, tidak ada satupun manusia yang “SAMA”.

Setiap insan adalah diri yang baru bagi selainnya, setiap jiwa adalah pribadi yang berbeda dari lainnya, setiap tubuh adalah tubuh yang istimewa karena tidak ada satupun yang menyerupai. Begitu juga sifat manusia. Ada yang baik dan ada yang kurang baik, ada yang luar biasa ada juga yang luar tidak biasa (karena tidak ingin menyebut “Biasa Saja”), walaupun pada dasarnya semua manusia tercipta dengan penuh kemuliaan.

Lingkungan, pendidikan, keluarga, bacaan, tontonan dan banyak hal lain, hal itulah yang mungkin menggiring manusia kepada hal-hal yang kalau diliat dari sudut pandang norma dan agama adalah hal yang tak pantas.

Sampailah kita pada pembahasan “Menggunjing”. Aktifitas mulut yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang kurang memiliki semangat untuk kerja yang sedikit lebih keras, atau orang-orang yang semasa hidupnya sulit menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dari dirinya, sehingga punya banyak waktu untuk mengomentari orang lain dan memberikan suntikan stigma-stigma negatif terhadap orang lain.

Guys, inget ya! Hal yang mendasari perbuatan “Menggunjing” atau ngomongin orang dari belakang adalah “Minder”. Minder itu dialami manusia karena terlalu meremehkan dirinya, terlalu menganggap dirinya tidak mampu untuk menjadi bagian yang normal di kehidupan yang indah ini, melihat dirinya sebagai atom yang tersesat dan tak mungkin untuk dapat bersaing secara sehat dengan orang-orang.

Advertisement

Sekalipun orang kaya, orang cantik, orang pintar, hal ini bisa saja menimpa mereka. Mereka kaget dengan kehidupan ini, mereka tidak menyangka bahwa dirinya yang dalam kaca matanya sangat remeh, ternyata harus berhadapan dengan manusia-manusia lain yang sejatinya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

Dorongan perasaan minder harus segera diselesaikan, sudah terlanjur menganggap rendah dirinya, berarti ini adalah waktu yang tepat untuk mengomentari orang lain dari belakang. Soalnya kalau dari depan tak berani, dan tak siap mendapat balasan ucapan yang mampu membungkam dirinya.

Karena kamu sangat hebat menurut dia, dan dengan cara-cara normal sudah mustahil kamu dapat dikalahkan, terpaksa kamu dijadikan objek gosip. Kenapa sih harus gosip atau fitnah? Karena gratisan dan dia ga punya kemampuan lain untuk bersaing dengan kamu.

Tibalah kita pada sebuah kesimpulan, bahwa menjadi manusia yang baik itu mudah tapi mempertahankan kebaikan sampai pada ruang kesendirian tidak mudah. Dalam kesendirian segala hal terkait dirimu akan diuji, karena dirimu yang sebenarnya adalah dalam kesendirianmu.

Apabila ada yang baik di depanmu, namun berbicara buruk tentangmu di belakangmu, itu memang kepribadian aslinya. Doakan dia, semoga dia bisa bangkit dan hidup normal dengan menyadari satu hal: bahwa semua manusia diciptakan Tuhan dengan keistimewaannya masing-masing.

And The last One:

“Bila kamu diomongin yang nggak-nggak sama siapapun di belakangmu, tandanya ada sesuatu yang kamu punya dan dia mau punya tapi dia ga bisa mencapai itu. Kesimpulannya, kamu uda menang, tugas pemenang adalah merayakan kemenangan, biarkan si kalah sibuk dengan gosipnya, karena nanti dia juga sadar bahwa untuk bahagia ga bisa cuma dengan ngegosip”