Ayahku memang sudah pulang ke keabadian

Tuhan hanya memberiku waktu 15 tahun untuk dapat menikmati kebersamaan dengan ayahku. Ayahku tak memberiku banyak limpahan materi, tetapi ayah memastikan kebutuhanku tercukupi. Bersama ayah, aku diajak menertawakan hal-hal sepele hingga hal-hal serius yang terjadi di sekitar kami. Agaknya, semua ciri yang dikemukakan artikel-artikel soal kenangan ayah bersama puterinya, itu semua terjadi padaku. Trik-trik kecil yang rasanya aneh, tak masuk akal dan tak terpikirkan, kenyataannya manjur dilakukan oleh ayah. Mungkin Tuhan menciptakan ayah sedemikian sakti dan ajaib.

Every girl may not be queen to her husband, but she is always a princess to her father.

Ayahku rakyat biasa, kalau dibandingkan dengan keseluruhan republik ini. Ayahku memang tak menduduki tahta yang mentereng, tak punya kuasa yang besar. Tapi ayah itu raja untuk duniaku. Sederhana saja, waktu itu aku tentu tak paham soal bentuk negara atau teori kekuasaan. Aku hanya tahu, ayah merajai duniaku. Lalu aku, puteri kecilnya, sepanjang masa.

Dan kemudian sepuluh tahun sudah ayahku berpulang. Rentang satu dasawarsa itu pula, dirimu datang. Kamu, laki-laki yang muncul dalam hidupku. Hanya karena hari jadimu sama seperti hari jadi ayahku, tak berarti kamu menggantikan ayahku. Bagiku, ayahku tetap yang paling keren.

Advertisement

Kamu pun istimewa, dengan segala yang ada di dirimu.

Ketika kamu menenangkanku saat aku sedih, ketika kamu meredakan kegelisahanku, ketika kamu mengajakku tertawa, ketika kamu mencintaku. Terima kasih untuk semuanya itu. Aku merasa mendapatkan kembali sosok hero dalam diriku yang lama hilang. Tapi kamu dan aku, sama-sama punya kerinduan untuk menjadi pasangan kan. Tidak mungkin kalau relasi yang kita harap adalah ayah dan anak. Kamu memang mirip ayahku, tapi aku tak mau kamu jadi ayahku.

Suatu saat nanti kamu akan terpilih menjadi ayah. Bukan ayahku, tapi ayah untuk anak-anakku

Seperti ayahku dulu ketika menikah dengan ibuku, beliau pasti berada di situasi bingung. Antara siap dan tak siap menjadi ayah, menjadi hero pertama untuk anak-anaknya laki-laku dan menjadi cinta pertama untuk anak-anaknya perempuan. Akan tiba waktunya kamu berada di situasi yang seperti itu. Jangan mundur, jangan menyerah. Kamu pasti bisa. Kamu memenangkan hatiku atas kehendak-Nya. Kamu pasti punya cara untuk memenangkan hati anak-anakku kelak.

Kalau ayahku masih ada di dunia ini, beliau pasti percaya, juga bangga padamu.