Di jaman yang serba modern dan berteknologi tinggi seperti saat ini, pertukaran informasi bisa dilakukan dengan sangat cepat. Kamu tidak perlu lagi pergi jauh-jauh untuk mendapatkan kebutuhan yang kamu inginkan. Mulai dari informasi tentang suatu hal, kebutuhan sehari-hari, bahkan pekerjaan. Kalau dulu ketika kamu membutuhkan suatu pekerjaan, maka kamu harus mencari informasi lowongan kerja kesana kemari. Tidak cukup di koran saja, terkadang kamu harus pergi merantau jauh dari tempat tinggalmu untuk mengadu nasib.

Kamu pun harus membuat surat lamaran kerja disertai persyaratan dokumen yang terkadang cukup ribet untuk melengkapinya. Belum lagi kalau kamu tidak memiliki ijazah sarjana, peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan serta bergaji tinggi menjadi semakin kecil. Namun saat ini, mencari pekerjaan tidaklah sesulit itu. Cukup bermodalkan gadget yang kamu miliki serta jaringan internet yang memadahi, kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan passion kamu. Pekerjaan itu adalah menjadi seorang freelancer.

Advertisement

Sesuai dengan namanya, pekerjaan ini cenderung memberikan kebebasan kepada pencari kerja untuk memilih suatu job sesuai bidang yang dikuasainya. Kamu bisa mencari ada job apa saja melalui situs-situs untuk freelancer seperti freelancer.com , sribulancer.com, gobann, dll. Tinggal pasang profil tentang keahlian yang kamu miliki, maka kamu bisa mengajukan penawaran untuk mendapat pekerjaan yang kamu inginkan. Enaknya lagi, pekerjaan tersebut tidak harus kamu kerjakan dikantor. Bisa dirumah sambil tiduran, bisa di taman sambil nongkrong, bahkan kalau perlu di tempat tidur sambil rebahan. Umumnya, pekerjaan yang ada di situs-situs freelance ini adalah pekerjaan yang ada hubungannya dengan IT, seperti programmer, desain web, penulis artikel, sosial media marketing, serta penerjemah.

Lalu bagaimana dengan penghasilan? Tentu penghasilan kerja freelance ini berbeda-beda, ada yang tinggi ada pula yang rendah. Semua itu tergantung nilai serta banyaknya project yang kamu kerjakan. Akan tetapi, karena seorang freelance itu pekerjaannya seolah "tidak kelihatan", terkadang masih banyak yang menganggapnya sebagai pekerjaan yang tidak jelas. Apalagi kita tinggal di Indonesia, yang sangat mengagungkan pekerja kantoran serta pegawai negeri.

Lantas apa saja anggapan negatif orang tentang pekerjaan freelancer tersebut? Berikut beberapa diantaranya

Advertisement

1. Freelancer itu pekerja serabutan, bahkan dianggap pengangguran terselubung.

Karena pekerjaannya yang sering berganti-ganti tak menentu, tidak jarang orang menganggap freelancer ini disebut sebagai pekerja serabutan. Bahkan karena mereka tidak pernah terlihat "ngantor", mereka juga di cap sebagai pengangguran. Ya, pengangguran terselubung maksudnya. Padahal jenis pekerjaan mereka memang seperti itu.

2. Penghasilan bekerja secara freelance tidak menentu, masa depan suram untuk pekerjanya.

Terkadang satu project dapat 2 juta, besok lagi ngerjain project cuma dapat 50ribu. Yah, itulah dinamika seorang freelance. Dari situlah muncul anggapan bahwa masa depan seorang freelance tidaklah bagus. Anggapan itu mungkin baru akan berubah ketika seorang freelancer mulai bisa membeli barang-barang bagus dari hasil kerjanya seperti mobil, rumah ataupun tanah. Tentunya freelancer tersebut harus kerja keras, sebab besaran penghasilan yang berbeda-beda setiap bulannya harus disiasati dengan manajemen keuangan yang bagus.

3. Kamu yang berpendidikan tinggi, dianggap sia-sia ketika "cuma" jadi freelancer.

Ketika orang tua menguliahkan anaknya sampai ke jenjang tertinggi, pasti besar harapan mereka untuk melihat anaknya tersebut mendapatkan pekerjaan yang pantas sesuai ijazahnya. Dalam hal ini tentu saja pegawai kantoran ataupun pegawai negeri. Disaat kamu bergelar sarjana atau magister, namun karena panggilan jiwa ataupun kondisi kemudian memilih bekerja menjadi freelancer, pasti terbesit sedikit kekecewaan dalam diri orang tua kamu. Berapapun nominal yang kamu dapatkan, tetap saja masih membuat mereka kurang puas. Seolah perjuangan mereka menyekolahkanmu ke jenjang tertinggi menjadi sia-sia.

4. Dengan adanya 3 anggapan diatas, maka freelancer dianggap bukan calon menantu idaman.

Kalau kamu seorang perempuan dan bekerja sebagai freelancer, tentu tidak menjadi suatu masalah ketika dihadapkan ke calon mertua. Namun kalau kamu seorang laki-laki dan dihadapkan kepada calon mertua dengan status pekerjaan "freelance", maka kamu telah membuka celah untuk tidak direstui. Kebanyakan orang tua jelas ingin mendapatkan kepastian mengenai kelangsungan hidup anak gadisnya nanti setelah menikah. Dan kepastian serta kemapanan itu hanya didapatkan dari mereka yang bekerja sebagai pegawai negeri ataupun pekerja kantoran. Mulai dari penghasilan, tunjangan, jaminan kesehatan, sampai jaminan masa pensiun. Akhirnya, seorang freelancer pun di cap sebagai calon menantu yang tidak recomended.

Kalau kamu saat ini adalah seorang freelancer, tidak perlu berputus asa ataupun berkecil hati. Komentar positif ataupun negatif tentang pekerjaanmu itu hal biasa. Kamu cukup terus menekuni pekerjaanmu dan berfikir positif. Ingat, rejeki kita sudah ada yang mengatur dan tidak mungkin tertukar. So, tetap semangat ya guys ang girls

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya