Bagi anda yang tinggal di kota-kota besar yang sudah dilengkapi dengan fasilitas ojek online pasti merasakan manfaatnya fasilitas tersebut. Di Jakarta misalnya, jika biasanya ojek pangkalan mematok harga sampai tiga kali lipat untuk tujuan yang sama, kini kita bisa menikmati harga yang lebih ‘wajar’ dilengkapi dengan atribut pelengkap (masker dan helm). Kita pun tidak perlu takut nyasar karena driver ojek online sudah menggunakan GPS.

Tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan ojek online sebagai transportasi alternatif saat jam-jam rawan macet. Mulai dari kalangan menengah ke bawah hingga sekelas artis.

Tapi apa yang anda lakukan jika ternyata driver ojek online tersebut mengecewakan? misalnya, ketika anda sudah memesan ojek online, dan langsung mendapatkan driver, namun driver tersebut tidak kunjung datang. Itu yang dirasakan beberapa korban ‘autobid’. Ketika jam pergi dan pulang kerja, maka order ojek online membludak, tidak sedikit yang mengeluh dan membatalkan order. Salah satu penumpang ojek online yang menceritakan pengalamannya, sebut saja RA, pada saat itu ia tengah terburu-buru untuk pergi bekerja, ia pun memutuskan untuk memesan ojek online, ketika ia menekan tombol order, ia langsung mendapatkan ojek online pesanannya. Ia menunggu driver ojek online tersebut untuk menelepon, namun dia tidak menerima panggilan apapun, sampai akhirnya ia memutuskan untuk menelepon nomor driver ojek online yang mengambil orderannya. Kira-kira begini percakapannya.

RA : Hallo, bang ini saya yang pesen ojek, udah dimana ya bang?

Driver : Loh saya dipangkalan neng

Advertisement

RA : Kok belum jalan ya bang?

Driver : emangnya saya dapet penumpang ya neng?

RA : Kok malah nanya sih bang, ini saya udah nunggu dari tadi.

Driver : wah saya ngga tau neng.

RA : Yaudah bang, saya cari yang lain aja

Driver : Oh iya neng

(telepon terputus)

Dari cerita RA, saya pernah ngobrol dengan seorang driver ojek online lainnya, disana saya diberitahu mengenai fitur ‘auto bid’. Jadi, ternyata para driver ojek online tersebut menggunakan auto bid pada jam pergi dan pulang kerja untuk berebut penumpang. Nah, tidak jarang server jadi down. Fitur auto bid ini jadi senjata bagi para driver ojek online untuk mengejar penumpang tanpa harus memilih secara manual. Memang bisa dengan cepat menerima order penumpang, namun kejadian yang merugikan adalah ketika driver sudah mendapatkan penumpang tapi tidak menge-cek handphone, penumpang akan terabaikan. Bahkan beberapa penumpang akan kapok memakai ojek online karena hal tersebut. Jadi, bagi driver ojek online, kalau memang mau narik penumpang ya handphone nya dipegang terus kalau pakai auto bid. Biar ngga ada lagi penumpang yang terabaikan.