Pada zaman modernisasi yang semuanya serba canggih seperti sekarang ini, banyak remaja yang minat belajarnya menurun. Padahal Pemerintah sudah memiliki program-program pendidikan, salah satunya adalah Program Indonesia Pintar melalui Kartu Indonesia Pintar yang di peruntukkan bagi anak usia sekolah yang memiliki keterbatasan biaya. Atau dengan kata lain program sekolah gratis. Fasilitas-fasilitas pendidikan pun sudah banyak bermunculan bahkan di daerah terpencil sekali pun, tentu saja hal ini memiliki satu tujuan yaitu meningkatkan pengetahuan dan pendidikan masyarakat terutama pendidikan bagi pemuda-pemudi bangsa yang kelak akan menjadi generasi penerus bangsa.

Pada kenyataannya, program dan kebijakan Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak menjadi cambuk para pelajar untuk lebih giat belajar guna meningkatkan pengetahuan dan pendidikannya. Hal ini dapat dilihat dari kelakuan para pelajar yang semakin hari semakin sulit dikontrol. Banyak pelajar yang suka bolos dengan berbagai alasan, banyak pelajar yang tidak memperhatikan guru pada saat jam belajar-mengajar berlangsung bahkan yang lebih parahnya lagi, saat ini marak kasus guru yang dipenjarakan oleh orang tua siswa hanya karena hal sepele seperti mencubit dan menegurnya anaknya. Inilah realita yang terjadi di dunia pendidikan saat ini.

Advertisement

Berkurangnya minat belajar seorang pelajar disebabkan karena berbagai faktor. Namun, ada 3 faktor yang paling mempengaruhi hal ini, yaitu kurangnya perhatian dari orang tua siswa. Padahal orang tua siswa memiliki peranan penting bagi kesuksesan pendidikan anaknya. Hal ini biasa terjadi karena orang tua siswa yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya atau mungkin karena adanya konflik internal di keluarga tersebut. Karena ketidakharmonisan dari keluarga akan membuat anak enggan untuk belajar dan lebih senang melakukan hal-hal yang dianggapnya bisa memberikan ketenangan.

Faktor yang ke dua yaitu faktor salah pergaulan. Memilih teman bergaul sangat penting bagi perkembangan seseorang, jika seorang pelajar bergaul dengan orang yang tidak seumuran atau lebih tua darinya, kemungkinan besar dia akan terpengaruh dengan sikap dan kelakuan teman pergaulannya itu. Faktor yang terakhir yaitu gadget. Ini merupakan faktor yang paling dominan, karena saat ini hampir semua pelajar sudah memiliki smartphone dan membuat pelajar tersebut menjadi malas belajar. Melalui aplikasi smartphonenya semua hal yang tidak ia ketahui akan mudah untuk diakses dan diketahui hanya dalam satu ketukan, tidak perlu bersusah payah mencari buku dan membacanya.

Inilah yang menjadi PR bagi kita, calon pendidik generasi muda bangsa. Kita sebagai calon pendidik harus pintar-pintar membuat kreasi guna meningkatkan minat belajar pelajar.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya