Tak pernah terbayangkan sebelumnya kisah cinta kita akan berakhir seperti ini. aku dan kamu yang dulu saling menyayangi dan saling mencintai, harus berpisah karena kesalah pahaman di antara kita.

Jika boleh di ingat lagi,kesalah pahaman yang terjadi di antara kita hanya gara-gara hal sepele. Hanya gara-gara aku tidak mendengarkan saran dan nasehat darimu untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan diriku sendiri. Hanya karena itu, kita bisa bertengakar hebat dan akhirnya berpisah.

Aku menyadari, mungkin waktu itu aku masih belum dewasa dan egoku masih terlalu tinggi dalam menyikapi sebuah masalah, yang membuat kita sama-sama emosi dan keras kepala. Aku yang saat itu emosi, langsung meninggalkanmu begitu saja tanpa rasa bersalah. Aku memang pria bodoh, mengapa aku justru lari dari masalah yang aku hadapi. Setelah setahun berlalu, aku benar-benar menyesali atas semua yang telah terjadi di antara kita. Aku baru menyadari semua kesalahanku, ketika pemikiranku mulai beranjak dewasa.

Aku sadar, semua kesalah pahaman yang terjadi di antara kita dulu adalah salahku. Salahku yang tak mau mendengar nasehatmu dan mengikuti egoku sendiri. Karena saat itu yang aku pikirkan hanya kesenanganku sendiri. Aku benar-benar meminta maaf padamu, jika penyesalan yang datang di hati ini baru aku rasakan saat ini. Kini ketika kita di pertemukan lagi, hanya rasa sesal dan malu yang hinggap di hati. Ingin sekali aku lari, tapi aku tidak mau mengulang kesalahanku lagi.

Kesalahan yang membuat rasa sesal di hati, ketika aku meninggalkanmu sendiri. Kali ini akan aku hadapi apapun yang akan terjadi. Aku memberanikan diri untuk menyapamu.

Advertisement

Aku:” hai. Assalamualaikum. Apa kabar?” dengan senyum lebar di bibirku. Kamu : “ waalaikumsalam. Alhamdulilah baik. Kamu apa kabar juga?” kau pun balas tersenyum.

Setelah itu terjadi obrolan yang panjang antara kita. Obrolan tentang masa-masa yang pernah kita lalui bersama. Hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan padamu atas semua perbuatan yang ku lakukan padamu dulu. Aku tahu beribu kata maaf yang aku ucapkan sekarang, tidak akan bisa mengubah kejadian yang sudah terjadi dulu.

Tapi paling tidak, sekarang aku sudah menyadari kesalahanku dan meminta maaf padamu dengan hati yang tulus.alhamdulilah Kau pun dengan besar hati memaafkan semua kesalahan yang sudah aku perbuat dulu. Saat itu hanya rasa senang dan haru yang ada di hatiku. Hari-hari pun berlalu, aku mencoba untuk terus menghubungimu dan mendekatimu. Berharap kita bisa menjalin hubungan seperti dulu. Akan tetapi semua harapanku hancur, ketika di telfon kau bilang padaku.

Kamu :”aku tahu apa maksudmu mendekatiku. Aku memang sudah memaafkan semua kesalahanmu dulu. Tapi maaf, aku tidak bisa kembali padamu. Karena saat ini sudah ada seseorang yang mengisi hatiku. Maafkan aku.” Aku : “tapi..”. Belum sempat aku bicara kau sudah menutup telfonku.

Maaf, jika ternyata sekarang kau telah memiliki kekasih.Tapi izinkanlah aku untuk tetap mencintaimu, meski ku tak bisa berada di sampingmu.Izinkanlah cinta ini tetap bersemi di hati, meski kau tak bisa ku miliki. Biarkan cinta ini ku nikmati sendiri bersama rasa sesal yang ada di hati.

Ya, aku tahu kesalahan yang aku perbuat dulu telah menghancurkan hatimu. Penyesalan yang ada di hatiku, bisa saja perlahan-lahan membunuhku. Mungkin semua itu adalah karmaku, karena telah meninggalkan dan melewatkan wanita yang luar biasa sepertimu.