Ibu rumah tangga itu menyusahkan suami! Istri manja adalah istri yang menghabiskan uang suami? Benarkah? Sering baca sebuah kalimat promosi sebuah bisnis yang seperti itu? Jujur , penulis pelaku bisnis sebuah MLM pun miris kalau membaca kalimat penghakiman seperti itu. Taukah? Sejak seorang laki-laki mengucapkan akad nikah, maka tugas seorang Ayah terhadap anak perempuannya berpindah seluruhnya kepada laki-laki tersebut. Termasuk kewajiban menafkahi seluruh kebutuhan wanita tersebut. Kewajiban suami untuk menafkahi istri dijelaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya di Al Quran yang berbunyi: "Dan kewajiban ayah (suami) memberi makan dan pakaian kepada para ibu (istri) dengan cara ma’ruf, Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.’’ (QS. Al-Baqarah 233) Serta dalam hadist, Rasulullah Saw bersabda: "Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rizki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami).’’ (HR. Muslim 2137). Ayat dan hadist diatas telah menerangkan dengan tegas bahwa seorang suami hukumnya wajib memberikan nafkah kepada istri. Walaupun sang istri telah mempunyai pekerjaan layak dan gaji besar, tetap saja suami harus memberikan jatah nafkah untuk istrinya. Tidak ada istilah istri manja dan menyusahkan jika seluruh kebutuhannya ditanggung suami, karena itu semua adalah hak istri. Suami yang bertanggung jawab tentu saja akan berusaha memenuhi kebutuhan istri. Sedangkan istri yang baik tentu saja tidak akan membebani di luar kesanggupan suami. Jika istri memutuskan bekerja atau memulai sebuah bisnis, pastinya bukan untuk berniat mandiri lepas dari suami. Tapi sebuah kesepakatan dan komitmen bersama dengan suami untuk tujuan yang baik. Jika istri ingin meraih mimpinya dan berkreasi, menjadi wanita karir ataupun pebisnis selain profesinya sebagai ibu, pasti terselip juga tujuan mulia untuk keluarga. Sehebat apapun seorang istri, sebanyak apapun rezeki yang didapat, tidak akan mencapai keberkahan jika bukan atas ridho suami. Sekuat apapun kaki istri menopang, akan tetap membutuhkan lengan suami untuk bertahan. Terimakasih tak terhingga untuk suamiku, mengizinkanku tetap bertumbuh dan berkreasi, untuk meraih semua mimpiku.