Sering dibilang kuper alias kurang pergaulan memang sudah hal yang biasa telinga kamu dengarkan jika kamu adalah tipe orang yang hanya suka berdiam diri di rumah. Julukan sebagai seorang introvert pun sudah melekat dalam dirimu.

Bagi kami yang lebih suka berdiam diri di rumah, liburan adalah ketika kami bisa menikmati "me-time" tanpa ada gangguan dari orang lain. Me-time yang benar-benar untuk diri kami sendiri dan hanya bisa dinikmati ketika kami sendirian. Liburan versi kami adalah ketika menghabiskan waktu ber jam-jam melakukan hobby kami di dalam rumah. Aktivitas yang kami lakukan bukan hanya sekedar tidur, menonton film dan bersantai di dalam rumah. Kami lebih suka mengasah kamampuan intelektual kami. Kami berusaha memanfaatkan waktu di rumah dengan lebih produktif ketika waktu liburan datang.

Advertisement

Memang banyak hal di luar sana yang menawarkan keindahan dan bisa dinikmati sendiri. Namun, diri kami lebih nyaman ketika berada di dalam rumah. Kami merasa "menemukan diri kami sendiri". Kehangatan suasana rumah menjadi salah satu alasannya: kami merasa bebas.

Waktu liburan juga menjadi hal yang kami tunggu-tunggu, Bukan untuk mengunjungi tempat hiburan dan rekreasi seperti orang lain. Tapi, kami mulai menyusun rencana kami untuk lebih mengembangkan diri. Membaca buku-buku yang belum sempat terbaca, mendengarkan musik sambil bernyanyi sesuka hati, belajar bermain gitar, menulis artikel, mempelajari bahasa asing dan hingga membuat sebuah kerajinan. Ya, kegiatan semacam itulah yang membuat kami betah di rumah.

Dengan buku, kami bisa mengetahui apa yang kami tidak ketahui lalu membagikannya ke orang banyak melalui tulisan di media sosial. Dengan menulis kami berharap mampu menginspirasi orang lain. Dengan mendengarkan musik kami menenangkan jiwa kami Dengan belajar bermain alat musik dan mempelajari bahasa asing kami ingin mengembangkan kemampuan kami. Dengan membuat suatu karya kami mengembangkan keterampilan kami,

Advertisement

Tak dapat dipungkiri sebagai makhluk sosial, kami juga terkadang berlibur mengunjungi suatu tempat, menghabiskan waktu bersama teman-teman kami di luar rumah. Ya, hanya saja frekuensinya lebih kecil dari yang lain.

Mungkin sebagian orang lain akan bertanya "Hidup kok belajar terus isinya. Apa nggak pusing tuh otak?" Tidak. Kami tidak merasa terbebani karena apa yang kami lakukan memang kesukaan kami. Sama halnya dengan kalian yang memiliki hobby travelling, kami pun begitu. Suatu hobby tak akan mungkin membuat bosan meskipun dilakukan berulang-ulang.

Jadi tak ada maksud untuk sombong dan anti sosial. Tapi beginilah diri kami apa adanya. Bukankah keragaman itu indah?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya