Iya, saya sadar saya memang masih begini-begini aja, masih belum menjadi superior, seperti mereka. Masih belum sesukses mereka. Jika dibandingkan dengan orang di sekitar saya, saya masih kalah telak.

Tapi satu yang akhirnya saya yakini, bahwa saya bukan tidak bisa seperti mereka yang sudah menemukan hidup dan kebahagiaannya, saya hanya belum mendapatkannya. Kelak jika waktunya tepat, saya yakin saya pun bisa seperti mereka.

Advertisement

Dan satu lagi,

"Bahagia itu soal yang kita rasa, bukan tentang yang orang lain standarkan."

Orang mungkin saja sudah sukses dalam hal karier dan percintaannya, tapi mereka belum tentu bahagia dengan apa yang telah mereka punya. Bisa saja kebahagiaan teman saya yang saya ‘intip’ tadi malam lewat akun mereka, adalah kebahagiaan yang hanya di ‘permukaan’ nya saja. Hanya ‘kelihatan’ bahagia, bukan benar-benar bahagia.

Advertisement

Hingga saat ini, saya menulis postingan ini, saya akan berusaha untuk tidak lagi iri dengan pencapaian orang lain. Saya tidak akan lagi iri dengan kebahagiaan yang orang lain punya. Karena apa? Karena saya pun akan berusaha lebih keras lagi untuk mencapai kebahagiaan saya. Saya tidak akan lagi terprovokasi keadaan untuk benci pada kebahagaan orang lain, karena sesungguhnya

"Kebahagiaan itu bisa kita dapat dengan sederhana, yaitu bersyukurlah dengan apapun yang kita punya sekarang, bersyukur dengan apapun yang bisa kita capai, sekecil apapun itu."

Saya sadar, teramat sangat menyadari bahwa manusia itu adalah makhluk yang serakah, mereka selalu saja tidak puas dengan apa yang mereka capai saat ini. Saya manusia, dan saya pun seperti itu. Mulai saat ini saya akan mengimbanginya dengan bersyukur..

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya