Banyak yang telah datang mengumbar janji semu untuk menghalalkan, tapi semuanya berujung mengenaskan. Kita sama-sama saling meninggalkan dan pada akhirnya dituntut pula untuk saling melupakan. Kita lupa sebelum jarak dan perbedaan membentang luas, ada janji sakral yang sama-sama telah kita ikrarkan, sebuah keseriusan. Percayalah, sebelum halal itu tiba, kau hanya akan mengucapkan bualan-bualan yang memualkan. Cukup dengan bermodalkan kepandaian merangkai harapan demi harapan, merajut mimpi-mimpi indah dan membungkus angan-angan agar terlihat seperti kenyataan, hanya dengan itu semua kau mampu membuat banyak hati tertawan.

Kita selalu percaya bahwa hati yang telah kita pilih hari ini pasti akan terus menemani hingga akhir nanti

Advertisement

Bukan karena terlalu cepat menentukan pilihan, tapi karena kita terlalu cepat mengumbar keseriusan. Tujuannya apa? Hanya untuk mempertahankan suatu hubungan. Lalu kemana kata-kata serius yang dulu selalu didengungkan? Ketika sepasang insan telah berbeda haluan, mereka lupa bahwa dulunya mereka pernah saling menginginkan untuk terus dan selalu menjadi pasangan. Tak ada yang salah dengan sebuah keyakinan, hanya saja tak ada yang bisa menjamin apakah ia mampu bertahan ketika ada yang datang mengguncang. Banyak bangunan kokoh yang dibangun dengan keseriusan akhirnya porak poranda karena angin datang menerjang. Kita adalah bangunan kokoh yang telah hari telah menjadi reruntuhan.

Tidak ada yang tahu apakah perasaanmu hari akan tetap sama pada hari berikutnya.

Sekarang menjadi janji, esok atau lusa bisa saja teringkari

Advertisement

Mungkin sudah menjadi tradisi yang tak dapat dihindari, setiap memadu kasih dengan pasangan hati, kau akan dibumbui dengan berbagai janji ini dan itu yang terdengar begitu indah. Haruskan mengucap janji dulu agar rasa percaya itu tumbuh dengan kuat? Lantas jika tak ada janji, keragu-raguan gampang memecah sebuah hubungan? Kepercayaan, kesetiaan dan keseriusan atau apapun itu hanya akan dipercaya jika ada embel embel janji di belakangnya. Begitulah, kita terlalu terfokus pada ucapan yang belum tentu kebenarannya. Kita terlalu mudah diracuni oleh kalimat manis yang nantinya berujung pahit juga. Ketika perselisihan datang, semua akan musnah, dibumihanguskan amarah antara kedua insan. Janji yang seharusnya ditepati akhirnya teringkari juga kan? Iya, semua terjadi karena sebuah kesepakatan, kesepakatan tak bersama lagi sama saja dengan kesepakatan untuk melupakan semua yang telah diucapkan sebelumnya. Bullshit juga bukan?

Kesetiaan ada karena tak terpengaruh oleh orang lain yang lebih menggoda.

Tindakanlah yang akan membuktikan seberapa seriusnya dirimu

Cinta tak cukup hanya dengan ucapan yang berakhir di mulut saja, ia butuh dibuktikan dengan tindakan. Ketika kau belum mampu untuk membuktikan, maka lebih baik diam saja. Jangan mengumbar janji untuk me-seriusi seseorang, karena ketika hal itu tertancap menjadi kepercayaan, dia membutuhkan kekuatan untuk menahan sakit ketika menyabutinya. Kita sama-sama pernah berniat serius dengan orang-orang yang sempat singgah di masa lalu, namun semuanya berujung perpisahan bukan? Apakah kau ingin mengulang hal yang sama? Menabur ketidakpastian di hati seseorang. Sungguh pedih ketika angan-angan itu tak bisa diwujudkan. Maka dari sekarang, mulailah datang dengan tindakan, bukan ucapan!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya