Generasi Y atau biasa disebut generasi millenial saat ini mulai masuk dunia kerja. Ada yang sudah menduduki posisi penting di perusahaan ada juga yang sedang menjalankan bisnis start up. Tidak bisa dipungkiri keberadaan generasi y menjadi warna baru di dunia ini, mereka berbeda dengan generasi sebelum -sebelumnya. Generasi ini merupakan generasi pintar, belajar dari mana saja terutama dari internet. Punya ide-ide yang brilian, tapi sayangnya sebagian dari generasi y hanya berwacana saja tapi takut mengambil keputusan.

“Gagal ga masalah sih, namanya juga belajar”

Advertisement

Realita sekarang generasi y tidak suka melakukan hal-hal yang sama dengan generasi sebelumnya. Mereka lebih suka menonton youtube, mencari informasi yang disuka, ataupun sekedar kumpul bareng temennya hanya untuk minum kopi di sebuah cafe. Jadi jangan heran kalau kopi sekarang sudah menjadi gaya hidup bagi anak-anak muda di Indonesia bahkan di dunia, di cafe juga anak muda bicara bisnis yang ingin dirintis dengan teman-temannya. Sayangnya semua itu hanya angan-angan, sebagian dari mereka hanya berwacana pada akhirnya tidak akan terealisasi.

“Sekarang para anak muda itu menganggap yang bekerja dianggap bodoh, yang berargumen dan berwcana dianggap pintar”.

Saya termasuk produk generasi y, saya melihat teman-teman saya yang pintar kadang minder sendiri. Tapi saya tahu, sebagian dari mereka takut mengambil keputusan, karena takut melakukan kesalahan. Akhirnya saya simpulkan, lakukan saja dulu masalah salah atau benar itu urusan belakangan, namanya juga belajar hidup.

Advertisement

Generasi y juga sering disebut generasi kutu loncat oleh orang SDM di bebrapa perusahaan, dikarenakan mereka yang selalu menginginkan lebih dan lebih. Beda dengan generasi sebelumnya yang kebanyakan lebih loyal di perusahaan. Tapi sayangnya keadaan seperti itu tidak membuat generasi muda lebih fokus, mereka lebih senang menghabiskan waktu di kamar untuk buka tutup media social sambil tiduran di kasurnya.

It's not talent, it's persistance

Lebih sibuk mengomentari daripada berkarya, lebih suka menuntut daripada bekerja, ya inilah cermin generasi kita sekarang. Tapi segi positifnya mereka lebih pintar, lebih inovatif, lebih terbuka, ikut terlibat dengan dunia politik, dan mulai memilah mana yang hanya omong kosong dan mana yang bekerja. Bahkan aplikasi-aplikasi online adalah buatan generasi Y, atau kuliner-kuliner unik juga buatan generasi Y.

Banyak sekali sekarang anak muda yang suka berbisnis, tapi sayangnya tidak konsisten hanya sebatas ingin cepat suksesnya. Mari kita semua berkarya, yang ingin menulis ya silakan menulis, yang ingin bernyanyi silakan upload di youtube videonya. Jelek ga masalah semuanya juga bermula dari yang jelek, tapi hidup kan bertumbuh dan belajar kan.

“Yuk generasi Y mari kita berusaha bangun Indonesia, 20 tahun lagi kita loh yang menjabat posisi penting di perusahaan-perusahaan dan bisnis-bisnis kalian.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya