Definisi cinta yang paling populer: kamu.

Demikian jika dua orang insan saling bersuka. Definisi historis dari buku teks paling klasik pun takkan mampu melampau pengertian cinta yang mereka definisikan.   

Cinta adalah pertemuan dua ‘aku.’ Dua ‘aku’ itu menyatu. Hingga jika masing-masing ditanya apa itu cinta, maka jawaban keduanya adalah ‘kamu.’

‘Kamu’ merangkum semua atribusi yang melekat pada cinta. Jika ‘cinta’ merupakan kata kerja dan kata sifat, maka ‘kamu’ adalah subjek pelaku dan subjek yang disifati.

Objek dan ruang lingkup cinta pada dasarnya begitu luas. Banyak tesis, disertasi, dan riset yang membahas topik cinta, pun dengan studi kasus dan sudut pandang yang beragam. Namun, ‘kamu’ meringkasnya menjadi sederhana yang mudah ku/dipahami.

Advertisement

Ketertarikan Cinta Bukan (Hanya) Ketertarikan Seksual

Demikian jangkauan cinta begitu luas, jangan persempit! Jangan persempit bahwa cinta hanya berbicara tentang cantik dan tampan. Bahwa cinta hanya tentang berahi dan hasrat seksual. Tidak!

Terlalu banyak kisah cinta antara pasangan yang sudah lanjut usia. Salah satu di antaranya, kisah asmara Liu Guojiang yang tak mau melepaskan genggamannya pada istrinya, Xu Chaoqin. Gamitan eratnya tidak mau putus meski ruh sang istri telah berpisah dari raganya.

Lalu, kekisah itu menyisakan tanya. Apakah tatap mesra Liu pada Xu merupakan tatap disebab keriput cantik keningnya? Apakah kebermauan Xu untuk setia tidur dalam belaian Liu setiap malam bersebab kenampakan fisik Liu yang masih hot dan seksi? Tidak!

Cinta terkadang mewujud pada ketenteraman dan rasa ingin bersama. Rasa ingin bersama yang tak berprasyarat. Tak ada prasyarat bahwa harus rupawan/seksi dulu jika ingin membersamai atau pun dibersamai. Setidaknya itu yang dikenal dewasa ini dengan istilah ketulusan.

Proses Mencintai Adalah Proses yang Berfase

Seiring dengan waktu pertumbuhan, seperangkat organ biologis manusia akan memgfungsikan diri untuk siap cinta-dicintai. Tak heran apabila sering ditemui anak-anak kecil sudah mulai tertarik dengan lawan jenisnya. Artinya, perangkat cinta biologis mereka sudah berfungsi.

Dorongan psikologis juga turut membarengi seiring dengan berfungsinya perangkat biologis. Dorongan psikologis itu dapat berupa keinginan untuk bersama karena kebersamaan tersebut mendatangkan kebahagiaan.  

Fase cinta tertinggi adalah cinta yang melampaui batas-batas biologis dan psikologis.

Jika Anda baru saja bertengkar dengan pasangan, namun selang satu jam saling berpisah, rasa rindu dan rasa ingin bertemu muncul. Meskipun pertemuan tersebut masih berpotensi untuk memicu pertikaian lagi, namun keinginan untuk kembali tak dapat terelakkan. Maka cinta tersebut sudah melampaui batasan psikologis.  

Sementara cinta yang melebihi batasan bilogis adalah seperti kisah jejalin cinta orang tua di atas. Cinta mereka telah melampaui batasan biologis, bukan bersebab hasrat berahi sebagai pondasi cintanya.

Cinta Insani

Sepatutnyalah cinta insani merupakan cinta yang keluar dari batas-batas biologi dan psikologis tersebut.

Karena cinta insani berbeda dengan cinta yang dimiliki dan dipraktikkan oleh para binatang. Cinta binatang tidak keluar dari batas-batas biologis dan psikologis. Murni hanya mendasarkan pada hasrat seksual semata, tidak kurang dan lebih. Biasanya binatang hanya mengakhiri tujuan cintanya pada hubungan seksual semata antara pejantan dan betina. Lekas itu, si pejantan mencari betina yang lain. Dan yang lain lagi, terus menerus dan berganti-ganti.  

Amat menyedihkan apabila ada orang (baca: manusia) yang masih berbangga (sekadar) dengan kecantikan yang dimiliki pasangannya. Lebih menyedihkan apabila ada pasangan yang tidak puas, lalu mencarinya lagi dengan wanita/pria yang lain.

Terlalu hina jika mata dan kemaluan diliarkan hanya untuk menikmati hal-hal yang menarik secara seksual. Lalu menamai aktivitas tersebut dengan ‘cinta.’  

Sungguh definisi cinta telah ternodai dengan sikap nir-cinta insani yang demikian.