Hidup kadang di bawah, hidup kadang di atas.
Kata-kata tersebut sangat sering kita dengar (atau setidaknya saya). Sehebat apapun rencana manusia, sedetil apapun, terkadang ada-ada saja hal yang tak sesuai rencana, bahkan melenceng jauh dari rencana awal.

Menyakitkan memang jika hal seperti itu terjadi. But, come on guys, kita hidup di alam nyata bukan hanya angan-angan semata. Banyak hal yang mungkin terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Membuat kita sedih, galau, bahkan depresi. Tapi sepahit apapun, semenyakitkan apapun, yang perlu kita lakukan adalah berdiri lagi dan melakukannya. Menjalaninya.

Untuk yang sudah terlanjur jatuh dan terkungkung dalam depresi panjang? Untuk sekedar melihat hari esok saja, rasanya mungkin sudah tak sanggup. Mempertanyakan apa artinya hidup, untuk apa kita hidup, dan perasaan ingin mati saja selalu terngiang dalam kepala seolah-olah ingin meledak.

Setelah jatuh, setiap orang mempunyai pilihan untuk bangkit lagi selama masih bernafas. Dan untuk bangkit lagi, memulai kembali, setiap orang memiliki waktunya sendiri-sendiri. Jatuh dan terluka bukan hal mudah, beruntunglah kamu yang pernah jatuh dan berdarah-darah setelahnya. Jeda waktu antara jatuh dan berdiri adalah waktu penyembuhan. Yap, waktu penyembuhan. Selama masa sedih, galau, malu, takut, depresi, kita banyak mendapatkan pelajaran berharga dari proses penyembuhan tersebut. Hingga perlahan-lahan mampu menatap hari esok dan bangkit lagi jadi dirimu sendiri yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Bahkan lebih hebat dan kuat.

Kita yang jatuh ke jurang dalam, tanpa pernah merasakan jatuh sebelumnya, mungkin tidak mudah untuk naik dan bangkit lagi. Butuh waktu, dan itu tak apa. Kamu tidak sedang sakit, kamu wajar mengalami hal tersebut dan salah satu di antara berjuta manusia beruntung. Mendewasakan diri dengan “dipaksa” jatuh itu perlu dan itu yang kita butuhkan. Namun yang pasti, sedalam-dalamnya kita jatuh, kita harus naik lagi. Karena hidup harus terus berjalan. Kan masih hidup? Tetap tersenyum dan tegar.

Advertisement

Kita jatuh karena kita harus belajar, bahwa hidup tidak harus selamanya sempurna. Berusaha untuk dipandang indah orang lain atau dibanggakan oleh orang lain? Hey Sobat, kita tidak harus melakukan hal tersebut. Bukan kewajiban kita untuk mengesankan orang lain atau siapapun itu. Sibuk mengesankan orang lain hanya menyiksa diri. Yang orang lain butuh dan pun sangat kamu butuhkan adalah kejujuran. Kejujuran dalam dirimu.

Siapapun kamu, apapun kamu, berbanggalah dengan apa adanya kamu. Super miskin, super kaya, apapun, siapapun kamu, banggalah dengan apa adanya dirimu. Jujurlah. Jangan berusaha jadi yang mereka inginkan atau menjadi orang lain dan mengesampingkan kebahagianmu. Manusia yang hidupnya paling bahagia adalah hidup yang tentram tanpa perlu khawatir dan palsu terhadap apapun. Yang perlu kamu lakukan, yang perlu kita lakukan adalah jujur. Jujur kepada diri kita sendiri. Terhadap segala sesuatu yang telah terjadi didalam hidup kita.

Jujurlah, hidup tak harus selamanya sempurna. Kamu tidak harus jadi manusia super atau sempurna. Berhentilah menyiksa diri. Bangkit adalah satu-satunya cara agar kamu terbebas dari siksaan itu. Kita pasti bisa. Kamu pasti bisa.