Kamu seorang wanita yang pernah dikejar-kejar oleh seorang pria untuk bisa mendapatkan hatimu? Ia rela berjuang keras demi mendapatkanmu, apapun ia lakukan. Selama apapun waktu yang harus lelaki tersebut korbankan tak menyulutkan ambisinya untuk mendapatkanmu. Berulang kali kamu sudah menolaknya secara lembut bahkan kasar sekalipun, ia tetap membututi kemana perginya kamu. Berbagai rangkaian kata romantis terus memenuhi handphonemu, berulangkali itu juga kamu hanya sekedar membacanya atau mungkin pernah sesekali terdiam dan merenungi kata-kata yang ia kirimkan. Hingga pada akhirnya, kamu pun luluh dengan lelaki tersebut. Ada yang seperti itu? Nggak usah malu, memang kebanyakan hubungan wanita dan lelaki memiliki siklus yang seperti itu, seluruh populasi hampir memiliki karakteristik cerita yang serupa.

"Lelaki dahulu yang berusaha mati-matian untuk mendapatkan cinta dari seorang pujaan hatinya,"

namun terkadang cerita tak berjalan sebahagia yang wanita imajinasikan.

Ketika kamu sudah jatuh dalam rayuan manisnya, memiliki rasa cinta yang seutuhnya, namun seketika itu juga ia mulai pergi menghilang, meninggalkanmu. Suatu alur perjalanan yang umum terjadi, wanita sudah merasakan 100% rasa cintanya tetapi lelaki malah menjadi 0%. Dia sudah jarang mengirimu kata-kata manis yang sering membuat wanita terbang tinggi, melayang tak sadar entah kemana. Tersenyum sendiri menikmati suara perhatian yang terdengar disebrang. Tapi semua itu hanya fiksi belaka, segala bumbu rutinitas perjuangan mendekatimu yang dulu lelaki lakukan luntur tak tersisa. Kini kau hanya hidup menatap layar handphone dan berharap pesan masuk datang darinya, tetapi apa? Hanya bunyi sunyi yang kau dapat. Sekalipun berbunyi, itu hanya dari operator semata. Dia yang selalu setia mengirimu pesan kapanpun dan dimanapun hehe.

Kemudian dirimu mulai panas dengan keadaan ini, hingga akhirnya kamu memilih untuk segera menyudahi hubunganmu dengan lelaki tersebut. Berbagai alasan kau persiapkan dengan matang untuk siap menerkam segala sanggahan lelakimu untuk tetap bertahan dan mencoba untuk lebih memperhatikanmu.

Advertisement

Terkadang, wanita hanya mengandalakan perasaannya. Ia terus memberatkan dirinya sendiri, galau tak karuan. Setelah berdebat panas dengan lelakimu, ia memiliki alasan yang kuat untuk terus mempertahankanmu. Kesibukan yang membuatnya tak ada waktu untuk memperhatikanmu.

"Bukannya tak ingin membersamaimu terus sepanjang hari, tetapi aku sedang mencoba untuk menata karirku, masa depanku untukmu," ucap si lelaki.

Setelah bertanya kepada teman-temannya, memang ia sedang sangat sibuk. Meskipun sesekali ia mengabarimu akan kesibukannya, tapi rasanya itu hal yang percuma. Kamu tetap ingin nomor 1 dimatanya. Kamu harus berada diatas dari segala kesibukannya, benar seperti itu wahai wanita?

Pernahkah kamu mengkroscek dirimu sendiri? Mengapa diriku terus-terusan menggalau tak karuan karena tak pernah diperhatikan? Kamu tahu tidak, bila segala rasa galau dan rindumu kepadanya bisa terbalas habis dengan segala kesibukanmu. Jangan-jangan, diriku yang memang tak seproduktif dia hingga aku terus-terusan mengemis perhatiannya. Mengeluh kesana kemari seolah menjadi kekasih yang tak dianggap.

Tunggu, lihatlah lelakimu yang terus banting tulang mengejar impiannya. Sedangkan kamu hanya begitu-gitu saja dalam menjalani hari-harimu di dunia. Tak ada gairah hidup yang istimewa menghiasi kilatan matamu ketika orang lain memandangnya. Kamu nggak mau galau terus-menerus kan?

Sama-sama sudah dewasa, ya masak perlu ditanyai "Sudah makan belum? Sudah tidur belum? Lagi ngapain?" Ketahuilah, kata-kata itu pantas untuk anak remaja. Bukan kamu yang sudah gerang ini. Jika memang seyogianya ia sibuk dengan kegiatan yang bermanfaat, kamu juga jangan kalah dong. Katanya ingin memantaskan menjadi lebih baik? Semangat dong!

Cinta, ya tetap namanya cinta. Nggak berubah sederajat pun, ia harus suci. Tak boleh ada yang menginjak-nginjaknya dengan segala bentuk kemaksiatan atau apalah itu namanya. Bagaimana cara menjaganya untuk tetap suci? Fokuslah menggapai impianmu! Sibukkan dirimu dengan hal yang bermanfaat. Ingat, setiap apa yang kau lakukan saat ini, pasti akan ada buahnya di depan sana. Bila kamu meniti karirmu dengan pengalaman belajar, kerja yang baik-baik, tenang saja di depan nanti kesuksesan menghampirimu.

Sudahlah, jadilah wanita yang setrong! Kamu masih bisa hidup tanpa perhatiannya, karena masih ada cinta yang terus bercahaya dihatimu dan dirinya. Cinta yang dihiasi dengan segala bentuk kesibukan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Cinta yang terus tumbuh dengan siraman doa-doamu memohon kepadaNya, kau ikhlaskan segala rindumu dan menggantinya dengan kerja kerasmu menggapai impianmu. Kamu bisa kok, nggak selamanya wanita harus terus-terusan mengeluh. Ganti kemenye-menyeanmu dengan berdiri tegap menatap masa depan. Berlari kencang untuk melewati hari-hari penuh perjuangan ini. Be strong, Girls!