Pernikahan bukan hanya penyatuan 2 insan, tetapi juga peleburan dua budaya, dua kepribadian yang saling melengkapi, namun tentunya perlu saling memahami untuk menciptakan harmoni.

Dalam sebuah buku komunikasi keluarga dituliskan bahwa dalam sehari seorang wanita dapat berbicara hingga 50.000 kata, sedangkan para pria hanya dapat berbicara hingga 25.000 kata.
Ini adalah angka yang drastis namun bukan hal baru dipahami, hal di atas sekaligus menjawab secara teoritis sebuah pertanyaan, "kenapa cowok banyak omong disebut cowok bermulut cewek?"

Advertisement

Pun dalam menjalin hubungan emosional, seorang cewek membutuhkan sahabat lebih untuk menjadi teman berbagi cerita, jalan-jalan, nongkrong dan berbagai kegiatan bersama hanyalah second purpose dari keintiman hubungan mereka.

Namun…
Sebaliknya bagi seorang cowok, persahabatan lebih dimaksudkan untuk bermain, bekerja dan melakukan aktifitas bersama. Cerita-cerita emosional satu sama lain memang merekatkan persahabatan mereka, tapi bukan tujuan utama dari menjalin persahabatan.

Lalu apa hubungannya dengan berumah tangga ?

Advertisement

Jika ibu-ibu jaman ibu dan nenek kita suka nonggo untuk saling bergosip, maka cewek-cewek modern jaman sekarang akan janjian di cafe, salon atau mall untuk bergosip dengan teman dan sahabatnya. ( Mari kita saling jujur diantara cewek, tidak ada diantara kita yang mau dicap seperti ibu-ibu tukang ngegosip. ya kan ?? ) Sebenarnya tujuan dan alasannya sama saja, yaitu ingin mencurahkan keluhan-keluhannya.

Inilah PR untuk para calon suami, karena cewek tidak hanya merasa perlu dimanjakan dengan materi, mereka juga sangat butuh didengarkan.

Saya tegaskan disini bahwa alasan para wanita curhat, ngegosip dan nyinyir di luar rumah adalah karena suami tidak punya cukup kesabaran untuk meminjamkan telinga mendengarkan keluh dan kisah para wanita. Ingat 50.000 kata yang ditulis diawal, dengan berbagai macam caranya, para wanita akan menghabiskan jatah bicara tersebut.

Lalu, bagaimana agar istri tidak kehilangan jatah bicaranya, sekaligus tidak menganggu telinga suami, apalagi mendapat cap sebagai istri cerewet ?

Kembali lagi pada 25.000 kata milik lelaki. Jangan bertanya terlalu intens saat mendapati para suami sedang suntuk. Hanya bertanya seperlunya, biarkan dia meminum kopinya dan beristirahat, temukan waktu yang baik diantara kebersamaan kalian untuk bertanya. Lelaki cendeung tidak suka menjawab banyak pertanyaan saat pikirannya dipenuhi berbagai persoalan.

Sebagai tambahan pengetahuan, bahwa tidak seperti wanita yang bisa memikirkan dan mengerjakan banyak hal sekaligus. Para lelaki kurang memiliki kelebihan tersebut, mereka cenderung berpikir satu persatu, juga menyelesaikan permasalahan satu persatu. Cenderung loh ya, tidak semua begitu. Ada pula lelaki yang terbiasa berpikir untuk banyak hel sekaligus.

Nah, apa kalian Ngeh dengan maksud yang ingin aku jelaskan di atas ?

Intinya kebiasaan berbiara diantara laki-laki dan perempuan dalam porsinya, terlalu berbeda. Perbedaan ini harus disikapi dengan baik sehingga rahasia-rahasia rumah tangga tetap terjaga.
Mengerti secara umum karakteristik pria dan wanita akan membantu kalian mempelajari lebih dalam karakter pasangan nantinya. Tahu kapan dan mengapa harus mendengar, dan mengerti kapan untuk diam dan berbicara.

Hal diatas adalah karakteristik secara umum, sementara setiap individu pasti memiliki keunikannya masing-masing.
Komunikasi memang bukan panasea, tetapi hubungan yang harmonis pasti dimulai dari komunikasi yang saling memahami.

Sekian. Semoga bermanfaat.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya