Kaum Millennials, Pancasila dan Pengamalannya.

Seringkali kasus-kasus yang menyangkut tentang nama baik berasal dari media sosial.

Facebook, Twitter, Instagram, Path dan sejenisnya. Sorotan utama untuk pengguna media sosial adalah penyalahgunaannya. Seringkali kasus-kasus yang menyangkut tentang nama baik berasal dari media sosial. Hal tersebut terjadi karena kurang kritis dan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai etika dalam menggunakan media sosial.

Etika-etika yang berlaku pada era tradisional menjadi kunci utama dalam bertingkah laku, pada era sekarang lebih tidak diindahkan lagi. Seharusnya masyarakat masih menjunjung tinggi etika dalam menajalankan segala bentuk kegiatan yang dilakukannya untuk menghindari terjadinya salah paham sehingga jeruji besi menjadi ending dari segalanya.

Etika dalam bertingkah laku pada saat ini sudah tidak diindahkan lagi, karena semakin lunturnya jiwa Pancasila dalam diri masyarakat. Ditambah era globalisasi semakin menguat, yang mendorong masyarakat meniru apapun yang dilakukan orang barat dan idolanya. Sehingga, Pancasila yang seharusnya mengakar kuat menjadi jati diri bangsa Indonesia, sekarang sedikit demi sedikit mulai tergeser.

Pemahaman tentang cita-cita para pendiri bangsa harus dilakukan pleh semua pihak yang merasa menjadi bagian dari bangsa Indonesia, terutama para penerus bangsa. Remaja Indonesia yang nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, seharusnya sudah mengerti dan memahami apa itu makna para pahlawan menyusun Pancasila. Sudah seharusnya remaja Indonesia mengetahui apa yang harus dilakukan demi menjunjung tinggi jiwa Pancasila dalam bertingkah laku, bersikap dan dalam segala aktivitas yang dilakukannya. Pancasila diharapkan mengakar-kuat dalam diri remaja masa kini atau yang disebut kaum millennials.

Trend untuk meniru gaya idolanya menjadi momok bagi orang tua remaja Indonesia. Pasalnya, tidak semua idola memiliki gaya yang sesuai dengan etika-etika bangsa Indonesia. Pakaian, cara berbicara, interaksi dengan orang lain, ketiga hal tersebut dimiliki oleh idola remaja, akan tetapi tidak mencerminkan jiwa Pancasila. Sebab, hal tersebut dirasa tidak sesuai dengan adat timur yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Dengan demikian, remaja Indonesia hendaknya paham dan mau menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari dan selalu mengindahkan norma-norma yang ada dan yang berlaku dimanapun dia berada. Mengapa demikian? Sebab, maju atau hancurnya bangsa terletak di tangan pemuda pada masa sekarang dan ada atau tidaknya jiwa Pancasila dalam diri pemuda Indonesia.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini