Ada beberapa orang yang dihadirkan oleh Tuhan dalam hidup kita hanya untuk menemani awal perjalanan, selama perjalanan dan akhir perjalanan. Dulu waktu masih sekolah pasti kita memiliki teman yang begitu dekat, apa- apa sama dia, rasanya nggak semangat kalo sehari nggak ketemu dia. Waktu terus berjalan dan tiba-tiba saat ini yang dulu nya kita bilang teman atau bahkan sahabat tempat kita bertukar rahasia mendadak menjadi orang asing yang bahkan untuk menyapanya saja membuat kita sungkan. Dulu saling berjanji akan terus berkirim kabar walau berbeda kota karena harus berpisah di kota rantau yang berbeda. Nyatanya semakin kesini semakin lupa, saling cerita pun sudah tidak pernah bahkan hanya untuk menanyakan kabar pun jarang sekali.

Begitulah pertemanan. Semakin tua kita, hubungan sosial kita akan semakin mengerucut. Usia 20-an kita akan banyak kehilangan teman lama dan tentunya berganti dengan teman baru, semua karena lingkungan yang berbeda, pola pikir yang berbeda, aktivitas yang berbeda dan pergaulan yang berbeda. Kita nggak bisa memaksakan diri untuk terus berteman dengan banyak orang, karena usia 20-an yang penting bukan seberapa banyak teman kita, yang terpenting itu kualitas pertemanannya. Setiap orang punya prioritasnyanya masing-masing, ada yang lebih memprioritaskan pasangannya, memprioritaskan pendidikannya, memprioritaskan pekerjaanya dan memprioritaskan hal-hal lainnya. Lalu kamu cuma diam, bersedih dan merasa ditinggalkan oleh teman-teman lamamu. Biarlah teman-teman sekolahmu pergi dengan teman-teman barunya.

Kehilangan teman di Usia 20-an adalah hal yang sangat wajar, yang terpenting kehilangan teman bukan karena bermusuhan.