Perkembangan teknologi yang semakin canggih dari hari ke hari nyatanya cukup jadi andil bagi mereka yang sedang menjalin kasih. Media sosial nampaknya menjadi bukti betapa kaum millenial begitu terobsesi menampilkan eksistensi. Sebelumnya izinkan saya menyapa kamu yang sedang menjalin kasih bersama pujaan hati yang entah sudah pasti atau masih menanti kepastian hati. Hai!

Sejatinya menjalin kasih memang sesuatu yang sudah terang-terangan bagi kaum zaman ini. Tidak seperti dulu yang masih malu-malu kucing. Hanya sepucuk surat yang dikirim berganti untuk mengetahui perasaan hati. Ketemupun jangan lama-lama sebab nanti dimarahi.

Advertisement

Kalau zaman ini nggak perlu lagi surat untuk nanya kabar setiap hari. Cukup Whatsapp dan kalau ada centang biru berarti pesan sudah dibaca sama kekasih hati. Ketemupun gampang, nggak perlu bingung tinggal share lokasi. Teknologi membut semuanya tampak terkendali.

Tapi, untuk kamu yang sedang menjalin kasih, please, jangan terlalu terobsesi. Zaman yang semakin modern membuat kamu tergiur menunjukan diri dalam berbagai lini tak terkecuali dalam hubungan kekasih. Sebenarnya nggak apa-apa, sih. Semuanya adalah hak diri. Namun jangan sampai mudah terbawa arus dengan melebihkan eksistensi karena kesalip post Instagram orang lain. Kata orang tua dulu, jangan terlalu berlebihan, pamali.

Sebenarnya apa sih definisi menjalin kasih? Apa cuma sekedar posting gambar agar banyak di like? Apa cuma sekedar video biar di subscribe? Apa cuma sekedar foto bareng di spot unik biar dikenal keren? Kembali lagi semuanya hak masing-masing pribadi.

Advertisement

Namun, tak jarang kamu melupakan apa yang dinamakan kontak batin dan interaksi, saling sharing dan saling mengisi yang nyatanya merupakan fondasi untuk jenjang yang lebih tinggi. Kan bisa ketemu? Iya seringnya begitu. Tapi kadang hanya sebagai pemanis suasana karena semuanya akan kembali ke gadget masing-masing.

Cukup diam dan jalani. Diam-diam melangkah pasti meskipun jarang eksis. Bukan berarti kamu gagap teknologi. Cukup tahu porsi dalam memposisikan diri. Sebaliknya jangan terlalu umbar berlebih. Alih-alih dokumentasi untuk masa tua nanti, nyatanya pelaminan pun tak terealisasi karena terlanjur sakit. Guys, hidup bukan hanya soal eksis dan umbar sana sini tapi soal interaksi dan saling sharing untuk langkah ke depan yang pasti.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya