Apa kabar kamu gadis cantik di luar sana, kamu masa lalu kekasihku? Kumohon, tersenyumlah untukku. Bisakah kita memulai semua dari awal bertemu?

Kamu gadis cantik, relakan lelaki yang pernah singgah di hatimu dulu untukku, lelaki yang begitu lekat hingga ujung nadimu. Aku mencintainya hingga matahari turun ke lembah berganti bulan dan berlari meninggalkan langit berganti fajar kembali. Kuharap sedikitpun tidak pernah dia meninggalkan luka untukmu yang membuatmu membenciku.

Bisakah kita saling mengukir senyum dan menghancurkan batu besar penghalang di antara kita? Bisakah kita memusnahkan segala bentuk dendam yang membara di lubuk hati terdalam kita? Bukan seharusnya kita saling membenci, bukankah Tuhan memberi kita kesempatan untuk saling berbagi?

Kamu gadis cantik, terlalu sulitkah hatimu terbuka untukku? Untuk kehidupan baru masa lalumu? Ini pilihan kalian untuk memilih berpisah, lantas kenapa saat dia memilihku dan menginginkan kehidupan baru bersama kamu malah mengusikku? Jika kamu masih berharap, bukan dengan cara ini. Aku bisa saja meluangkan waktu untuk mengobrol empat mata bersamamu, bahkan kita bisa memulai persehabatan. Bukankah bersama itu lebih indah?

Diantara kita pasti ada kekurangan dan kelebihan tersendiri dalam menjalani suatu hubungan, bukan berarti kamu bisa merasa paling baik dan membuat dia menyesal dengan keputusan kalian. Aku mencintainya tulus segenap hati dan seluruh jiwaku, aku tahu tidak ada yang sempurna, disini aku sedang berjuang memantaskan diri. Berusaha dengan gigih, memberinya semangat agar hubungan ini segera dihalalkan. Jika kamu mau membuka sedikit saja hatimu untukku, bukan tidak mungkin aku mengizinkanmu bersehabat juga dengan kekasihku.

Advertisement

Kamu gadis cantik, jujur saja dari hatiku yang terdalam aku mengagumimu. Kamu sangat mudah bergaul dan tertawa ceria bersama kawan-kawanmu layaknya tidak pernah ada beban di pundakmu, aku salut padamu. Sungguh, kamu membuatku terharu. Kamu itu gadis yang cerdas dan mudah dekat dengan siapa saja, bahkan orang tua lelaki yang pernah menjadi bagian dari hidupmu, seharusnya aku bisa belajar lebih darimu.

Mulai detik ini, kamu sehabatku yang cantik, bisakah kita saling menatap ramah, mengukir senyum hangat, mendekap erap saat jumpa dan saling menyapa?