Kesedihanmu akan segera berlalu bersama waktu. Kamu yang sedang mengulum sepi kesekiannya, pasti sekarang mulai mempertanyakan tentang semua doa-doa yang telah dipanjatkan. Pasti kamu telah mulai merasa jenuh pada Takdir tuhan. Sebab Tuhan belum juga mendatangkan Dia yang kamu inginkan. Ya, tidak ada yang bisa menyangkal keinginan hati yang mendambakan seorang pujaan. Lalu, kamu bisa apa? Selain merayu pada penguasa semesta.

Merindu padamu Tuhan, tidak pernah semenyenangkan ini ”pasrahkah segala kerinduanmu padaNya, sebab kamu sangat mengerti bagaimana tersiksanya batin kala rindumu tak terungkapkan. Tapi padaNya, tiada rasa yang terbuang percuma. Hari akan lewat, musim berganti kemasan. Hati yang mulai berkarat, sejukkan kembali dengan kesabaran. Kamu yang tetap meneguhkan diri dan menabahkan hati. Percayalah, Tuhan selalu menjagamu bahkan saat hari-hari mengulummu dalam kesunyian.

Tuhan sedang mendekapmu, kamu saja yang masih beranggapan bahwa Tuhan tidak mempedulikanmu. Bebaskan hatimu dengan segala prasangka-prasangka. Katakan pada hatimu, waktu sedang mempersiapkan kehadiran yang tercinta. Memang usia adalah musuh paling nyata. Apalagi banyaknya pertanyaan-pertanyaan beraroma cibiran yang kerap kamu dapatkan, abaikan dan anggap sebagai doa. Percayalah, kekurangan saat ini adalah kelebihan nantinya. Keterlambatan hari ini adalah kebersamaan yang hakiki nantinya.

Bukankah sudah kamu ketahui, bahwa sebaik-baiknya kebahagiaan adalah mempercayakannya pada Tuhanmu. Lalu, kenapa masih menyimpan risau dalam kepala? Hidup terlalu pendek untuk dihabiskan dengan kecemasan yang berkepanjangan. Belajarlah mencintai dirimu terlebih dahulu, tanyakan apa yang paling membuatmu bahagia tanpa alasan? Sebab sekarang, untuk melihatmu tersenyum saja mungkin seseorang harus membayar mahal. Dan Bagimu yang sedang merasakan kembali sebuah kehilangan dan kegagalan, jangan menanamkan kecemasan akan masa depan suram dalam ingatan sebab sebagaimana cinta, luka, kecewa bahkan nestapa hanyalah permainan pikiran. Katakan pada diri. "Ah ini baru setengah perjalanan, pemandangan indah masih menanti di depan. Teruslah melangkah. Kesedihanmu akan segera berlalu bersama waktu. "Jangan mengutuk kesunyian jika ia memelukmu. Jangan mengutuk keadaan, sebab Tuhan memberi kepada hati yang tabah meramu doa-doa. Hari yang hilang akan berganti, kisah yang tertunda bukan berarti tidak ada. Tuhan hanya terlalu senang kamu selalu bersemoga dalam doa. Selalu ada yang jauh lebih berharga dari kesedihan yaitu kebahagiaan yang menantimu untuk mulai melangkah ke depan. Sebab saat kamu bersedih dan kecewa, ada yang diam-diam mendoakan segala kebaikanmu.

Lalu apakah kamu masih terus bersedih, sementara ada yang begitu setia mendoakan, dia yang mungkin tidak pernah kamu bayangkan, dia yang mungkin adalah jawaban dari doa-doa yang Tuhan persiapkan. Kini sudah saatnya kamu bangkit dan percaya diri bahwa kata tamat tidaklah seburuk itu. Usap airmatamu dengan usahamu sendiri, sebab tisu tidak akan pernah cukup untuk itu. Bagaimana, sudah siap untuk berbahagia?