Aku pernah membaca sebuah artikel di internet, kurang lebih seperti ini "seiring dengan berjalanya waktu seseorang akan berubah, tapi tidak dengan masa lalu, semua itu akan tetap berada pada tempatnya untuk dikenang".

Bagiku masa lalu itu seperti sebuah pisau, untuk suatu kondisi ia bisa digunakan untuk membatu masalah-masalah yang kita hadapi, tapi kalo tidak hati-hati tentu saja akan menyakiti diri kita sendiri. Ya seperti itulah masalalu, aku bisa belajar banyak dari dia, tapi kalo terlalu bergantung dengan hal ini, tentu saja akan membuat diriku sendiri hancur terluka.

Advertisement

Jika kamu membaca tulisanku yang ini tentu saja kamu sudah bisa menebak akan kearah mana masalalu yang aku gambarkan ini berlabuh. ya masalaluku memang tidak jauh dari kamu, seseorang yang dulu selalu menjadi alasanku untuk terus tersenyum dan berjalan kearah yang lebih baik.

Namun seiring dengan berjalanya waktu, aku mulai sadar akan sebuah hal. Kamu sudah tidak terlalu kuat untuk tetap menjadi alasanku tersenyum dalam menjalani hari, semua itu berubah sejak saat itu, saat dimana kamu lebih memilh orang baru baru kamu kenal karena tidak mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan dariku.

Seorang yang menurutmu jauh lebih perhatian dari pada aku, seorang yang lebih cantik dari aku, seorang yang segala-galanya gari aku. Oke aku terima dengan lapang dada, karena aku yakin ada sesuatu yang indah setelah turunya hujan ini

Advertisement

Dulu kamu pernah bilang bahwa


kadang rasa nyaman itu datang dari orang yang tidak diharapkan


Aku cukup tahu dan sadar untuk hal ini, meskipun aku menjadi orang yang kamu harapkan, nyatanya aku kalah, yeah i'm lose, aku kalah dari seseorang yang katanya mampu membuatmu lebih nyaman.

Tapi apakah kamu sadar akan sebuah hal? Aku kalah karena kamu tidak memberiku kesempatan untuk berperang, ya aku kalah untuk sesuatu yang belum aku perjuangkan, aku kalah dari sebuah perang yang bahkan aku belum mengangkat kepala dan senjataku, aku kalah karena tidak menyadari adanya musuh yang datang.

Lalu bagaimana bisa kamu menyebutku sebagai orang yang kamu harapkan? Ya mungkin itu adalah salah satu kata terbulshit yang pernah kamu ucapakan. tapi biarlah, bagaimanapun kamu tetap orang yang pernah memberikan ku semangat untuk tetap berjuang, kamu memberiku banyak sekali pelajaran tentan hidup, kamu menanamkan sebuah investasi tapi maaf, suatu saat nanti kamu tidak berhak untuk mendapatkan deviden dari investasi yang kamu tanamkan.

Biarkan ini menjadi amalmu dihari nanti, karena pantang bagiku untuk melewati sebuah jalan yang pada akhirnya akan bermuara pada sebuah ujung yang menyakitkan. Dari ini, akan kuambil sesuatu darimu dan tidak akan pernah saya lakukan.

Sebelum bersamamu, dulu aku pernah di kasih tau apa itu arti dari penyesalan. Dan semoga pengetahuanku akan penyesalan ini tidak akan pernah aku ajarin kepadamu.

Seperti lagu yang dulu selalu aku nyanyikan, When you go, Would you even turn to say, I don't love you, Like I did Yesterday "My Chemical romance"

Goodbay, see you on top, jangan lupa untuk selalu bahagia

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya