Seorang ahli bedah, asal Surabaya, Prof. Dr. Med Puruhito dr SpB(K) TKV, ternyata sudah memiliki impian menjadi seorang dokter semenjak kecil. Ia mengatakan “Dari kecil memang saya ingin menjadi seorang dokter, meskipun banyak cita-cita lain yang kemudian datang. Meskipun pada waktu SMA, ingin menjadi pilot, impian saya menjadi dokter tetap ada dalam pikiran saya.”

Sekarang, menjadi seorang Profesor terkenal antara murid-muridnya sebagai Prof Ito. Selain sudah mencapai impiannya, Prof Ito ini telah mengubah sejarah operasi jantung di Surabaya dan juga telah mendapatkan tawaran jasa di banyak center jantung di luar negeri. Apa asal muasal dari terbentuknya impian menjadi seorang dokter bagi Prof. Ito?

Advertisement

Meskipun telah memiliki impian menjadi sebuah dokter dari kecil, keinginan menjadinya berbubah. Beliau memiliki keinginan yang lain untuk menjadi seorang Pilot. Prof Ito, mengakhiri masa SMA telah keterima dalam tiga institusi penerbangan dan sekolah kedokteran. Namun, sang Ibu menyatakan kepada Prof Ito, “Ya kalo kamu menjadi Pilot, kamu tidak usah menjadi dokter, tapi kalo kamu menjadi dokter, kamu masih bisa belajar terbang menjadi pilot. Menjadi dokter dan membantu orang lain yang membutuhkan bantuanmu.


Dengan banyak pemikiran, beliau memilih untuk menjadi seorang dokter. Ia memasuki sekolah kedokteran dan juga belajar terbang. “Setelah saya memasuki kedokteran, dan juga belajar terbang hingga mampu, saya tidak ingin terbang lagi, hehe takut jatuh.” Prof Ito menyatakan dengan gelak tertawa.


Prof Ito pun menceritakan apa dalam segi mental dan fisikal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang dokter. Ia mengatakan bahwa menjadi seorang dokter, dibutuhkan dedikasi dari hati nurani, dan harus memiliki keinginan untuk membantu orang. Dedikasi itulah yang akan membuat seseorang sukses menjadi seorang dokter. “Pekerjaan seorang dokter adalah menolong orang dan harus datang dari hati, itulah nomor satu.” Dalam sisi fisik, seorang dokter selalu harus dalam keadaan prima, dimanapun dan kapanpun harus siap membantu. “Seorang dokter telah bersumpah untuk membantu orang kapapun, sehingga kita istiqomah, terimalah dengan jadinya itu.”

Advertisement

Fokus dan serius belajar menjadi seorang dokter dengan penuh dedikasi, tentu ada momen-momen yang tidak akan terlupakan dalam pengalamannya di sekolah kedokteran. “Sebuah avoture, terkait kegiatan sekolah, yang akan selalu menjadi catatan dalam hidup saya.”

Setelah ditanyakan apakah sudah tahu ingin menjadi spesialis apa pada saat sekolah, beliau menjawab dengan pengalamannya dalam masa kecil. Dimana ia menemukan sosok inspirasi dalam sebuah isu koran pada masa SMP. “Artikel itu berjudul The Golden Hands, yaitu mengkisahkan dokter-dokter ahli bedah jantung dengan tangannya yang berhasil mengutak-atik jantung seorang anak yang biru, dan berhasil membantu orang-orang disekitarnya”.


Risiko menjadi seorang dokter tentu ada banyak, salah satunya adalah kehilangan pasien yang ada dalam bantuan dokter yang praktek. Namun, bagaimana seorang Prof Ito, menghilangkan rasa takut itu? Beliau menyatakan, bahwa menjadi seorang dokter berarti kita tidak kenal rasa takut.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya