Dalam dekapan sang ibu, engkau menangis..

Bayi mungil itu meronta meminta Asi, aku duduk terpaku menyaksikanya, bahagia saat melihatnya namun bersedih karena waktuku berada dipelukan hangat sang ibu sudah tergantikan olehnya..

Aku memang tidak pandai untuk mengungkapkan segala emosi tapi lagi – lagi mata dan hatiku tidak bisa berbohong kalau aku sangat menyayangimu..

Dear Adeku tersayang,

Kita berada diatap yang sama, orangtua yang sama tetapi dengan pola pengasuhan berbeda.

Advertisement

Kita memang berbeda, tetapi bukan berarti tidak sama. setiap hari kita bertengkar aku sangat ingat itu saat kita saling menjambak dan berlari tetapi selalu ditengah – tengah kita ada kakak yg selalu menjadi jembatan kita. beranjak remaja kita masih saja bertengkar terkadang memang kita tidak kompak bahkan terlampau berbeda, aku dengan sisiku dan engkau dengan sisimu. Beranjak Dewasa aku semakin mengerti bahwa semua yang telah aku lewati denganmu selama 23 tahun ini adalah anugerah. Allah amanah kan dirimu untuk aku jaga dengan sepenuh hati.

Kita tahu dimana masa – masa sulit kita saat payung yang meneduhkan kita kembali kepada-Nya, tetapi kita selalu berusaha saling menguatkan. Kepergiannya semakin menguatkan cintaku kepadamu. kita memang tidak akan kembali utuh lagi, keluarga kita telah retak tetapi bukan berarti aku dan denganmu demikian juga hanya karena kita berbeda sisi untuk saling mempertahankan ego masing – masing.

Maafkan karena sampai detik ini aku belum menjadi kakak yang baik, terlalu sibuk dengan hal yang lain tapi sedetikpun aku tak pernah berhenti memikirkan apakah adiku baik – baik saja ketahuilah aku selalu menanyakan kabarmu meski lewat yang lain, memperhatikanmu dari jauh, melihat semua kegiatanmu, aku memang belum mempercayaimu untuk hal yang lain begitu takut aku melihatmu terluka karena kehilangannya pasti sudah membuatmu sangat terluka. Ketahuilah aku tak akan pernah beranjak dari sisimu memelukmu dengan erat.

Maafkan karena sampai detik ini aku belum menjadi kakak yang baik dan sempurna, belum menjadi tauladan yang baik. Tetapi, sebagai seorang kakak aku berusaha memahamimu meskipun terkadang engkau salah mengartikanya, iya..karena lagi – lagi kita berbeda tetapi bukan berarti tidak sama..

Belajar bersaudara yang saling mengasihi adalah pelajaran seumur hidup, aku akan menjagamu sampai nanti sampai nafasku diujung helaanya. Jangan takut sendiri apapun engkau bisa berbagi denganku seperti waktu itu. Kejadian waktu lalu adalah pelajaran bahwa tekanan dari luar jangan membuat kita hancur di dalam, karena kita adalah keluarga. Tersenyumlah, karena jika engkau menangis itu sangat menyakitiku. dan jika ada yang menyakitimu maka ia akan berhadapan denganku.

Untuk dunia luar kita semua menjadi tua. Tapi tidak untuk saudara-saudara kita. Kita mengenal satu sama lain seperti yang selalu kita lakukan. Aku menyayangimu, aku akan melindungimu, dan sebagian besar kau menyayangiku. Kita bertengkar, berteriak, dan berdebat, tapi semua itu didasari cinta. Yang hanya ada antara kakak dan adik.