Pegiat alam atau yang biasanya disebut mapala adalah komunitas yang lagi trend di era kini. Ramainya gunung-gunung Indonesia membuat setiap daerah memiliki komunitas mapala tersendiri, seperti halnya di kota Sidoarjo, di luar kampus atau Ukm tersendiri pun banyak yang membentuk komunitas pecinta alam. Sudah di liat dari nama komunitas tersebut, pastinya kegiatan yang dilakukan juga bertentang alam, mendaki gunung, panjat tebing dan traveling.

Hal-hal yang mereka lakukan tidak luput dengan kealaman, namun ada perbedaan yang membuktikan bahwasanya komunitas pegiat alam bukan hanya berkejibaku pada alam saja. Namun lebih dekat lagi dengan anak-anak, memcampurkan perihal alam dan kegiatan social. Langka adalah salah satu komunitas pegiat alam yang pada akhirnya ikut terjun dalam kesosialan.

Advertisement

Hal tersebut sudah terbukti dalam kegiatan yang mereka lakukan, dengan membuka sebuah taman baca yang berada di sebuah desa dliring-Gempol-Pasuruan. Tak halnya taman baca, setiap minggunya mereka para pegiat alam membuat suatu hal produkti tentang membagikan skill pada anak-anak, kepedulian tersebut juga tidak berhenti disana, “banyak hal-hal yang tidak di ajarkan di sekolah, bahkan pelajaran yang diberikan dalam kelas membuat setiap anak jenuh, dan jatuhnya malas belajar” tegas Bara selaku anggota komunitas tersebut.

Menurut mereka kebebasan berekspresif dalam sekolah sudah jarang ditemui, halnya berpatok pada kurikulum yang ada saja. “setiap anak itu pasti memiliki skill yang berbeda-beda, halnya saya dulu tak mampu menguasai pelajaran di sekolah tapi di bidang lain saya mampu menandingi siapa pun untuk juara” lanjut mahasiswa tersebut.

Tak hanya peduli pada alam raya, bahkan penghuni alam pun juga perlu di perhatikan, apa lagi anak-anak usia dini yang mulai mengenal dunia luar, tanpa arahan yang benar bisa saja mereka terjun dalam pergaulan yang buruk. Komunitas langka selalu menanamkan mimpi-mimpi pada anak, bahwasanya apapun bermimpi setinggi-tingginya itu penting untuk kita tuju di kemudian harinya.

Advertisement

Banyak para anak-anak korban lumpur lapindo sering menjadi target bagi mereka, dengan menciptakan sebuah piknik di taman, membuat para anak-anak lebih senang untuk mengikuti kegiatan. Tidak hanya itu, para pegiat alam tersebut menciptakan suasana menjadi taman rekreasi yang membuat nyaman sehingga mereka pun tidak bosan dalam menangkap materi yang di berikan.

Kehidupan dalam kelas, seringkali membuat suasana suntuk, kurangnya kegiatan yang menggugah produktifitas para anak-anak. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut, anak-anak menjadi lebih dekat dan mempelajari alam dari komunitas tersebut.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya