Mahasiswa adalah agent of change, agent of control dan banyak lagi pangkat seorang mahasiswa saat ini yang penafsiran utama ialah mahasiswa hari ini adalah kaca dari bangsa sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang. Artinya apabila kita berfikir tentang beban dan tanggung jawab seorang mahasiswa, maka sangatlah berat untuk mereka. Karena mahasiswa saat ini adalah mahasiswa yang akan menentukan nasib bangsa di masa yang akan datang.

Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai seorang mahasiswa?

Sungguh sangat banyak hal yang harus kita lakukan dan harus kita pertanggung jawabkan, salah satunya adalah mahasiswa harus berani bereaksi solutif untuk keadaan sosial saat ini baik itu dalam lingkup regional maupun nasional. Kali ini saya akan mencoba untuk berbagi refleksi yang telah saya lakukan dalam hal tanggung jawab sebagai mahasiswa. Jika kita melihat mahasiswa saat ini, mereka cenderung menikmati teknologi dengan serangkayan media sosialnya dan mulai melupakan hal hal yang harus mereka lakukan untuk masa depan bangsa ataupun dirinya sendiri. Mengapa hal hal seperti itu bisa terjadi? Karena mahasiswa saat ini lebih cenderung menginginkan hal hal yang instan atau cepat mereka dapatkan. Dan hal itu adalah teknologi yang semakin canggih sehingga membuat mereka bermalas malas dalam hal membuka buku, berdiskusi dalam sekala kecil, menganalisa sosial di sekitar mereka dll. Hal itu yang kemudian membuat mahasiswa sibuk dengan media sosial sehingga lupa tanggung jawab mereka untuk bangsa.

Apakah seperti itu mahasiawa? Saya rasa tidak, karena hal hal tersebut di atas yg tetap harus kita lakukan dan kita pertahankan untuk setidaknya mulai berfikir masa depan bangsa atau minimal masa depan diri sendiri. Hal itu yang sering mereka lupakan hanya karena mereka terlalu asik dengan akun media sosial mereka masing masing. Hampir di setiap kampus ada macam macam mahasiswa yang seakan akan mereka tak mempedulikan masa depan bangsa. Jangankan masa depan bangsa, masa depan diri sendiri saja belum tentu, semua terjadi karena pengaruh dari teknologi.

Hari ini mahasiswa gengsi ke kampus kalau tidak memegang HP bagus, keren dan bisa buat selfie. Seakan akan kampus hari ini sudah menjadi tranding topik di media sosial dari saking banyaknya mahasiswa yang mengupload fotonya ketika berada di kampus. Lalu kita juga lihat hampir seluruh mahasiswa kenal yang namanya ngopi. Ngopi seakan sudah merupakan rutinitas mahasiswa setiap malam. Bahkan sampai terdengar kata kata "kalau tidak ngopi bukan mahasiswa", katanya. Entah mungkin mereka yang hanya ikut ikutan senior mereka yang suka ngopi atau memang mempunyai agenda sehingga membuat mereka harus ngopi.

Advertisement

Idealnya mahasiswa ya harus bisa menguasai semua aspek baik dalam ilmu pengetahuan ataupun dalam sosial masyarakat. Karena hal itu yang kemudian akan mereka bawa ke masyarakat ketika mereka sudah selesai menjadi mahasiswa. Dan hal itu juga yang nantinya akan berguna untuk bangsa di masa yang akan datang. Tetapi ternyata hal itu tidak sejalan dengan realita mahasiswa saat ini. Saat ini, mahasiswa lebih cenderung untuk saling membenci sesama mahasiswa yang mempunyai mindset yang berbeda. Ada dari mereka yang mengatakan bahwa dia anti terhadap organisasi ekstra kampus dan ada pula yang anti terhadap organisaai intra kampus.

Lalu mereka tak pernah bisa bersatu, bagaimana mau bersatu untuk membangun masa depan bangsa? Di kampus saja mereka tak bisa bersatu. Bagaimana mereka akan berfikir masa depan bangsa, sementara saat ini mereka sibuk untuk berdebat sesama mahasiswa.

Apakah tidak lebih baik jika semua mahasiswa yang sok anti itu merubah mindset mereka untuk mulai berfikir tentang masa depan bangsa? Mungkin sampai disini saja refleksi kegalauan saya hari ini tentang mahasiswa hari ini yang terkesan kritis tetapi tidak pernah menemukan kata solusi. Mungkin hari ini mahasiswa sudah termakan oleh perang ideologi yang lebih berbahaya dari perang dunia II.

Apabila sahabat merasa terainggung, saya mohon maaf untuk hal itu, karena saya pribadi tidak bermakaud untuk menyinggung, melainkan hanya ingin menyampaikan kegelisahan saya sebagai seorang mahasiswa. Semoga refleksi ini bermanfaat untuk menbentuk kesadaran mahasiswa mahasiswi Indonesia.