Malang.

Siapapun yang umurnya pernah disentuh oleh kehangatan kota ini, pasti suatu saat akan merindukan. Merindu dinginnya ketika hujan turun lebat diiringi ketokan tukang bakso yang lewat didepan rumah indekos atau iringan suara petir menyala – nyala menghalangi para mahasiswa yang akan berangkat menuntut ilmu. Aroma tanah yang ketika gerimis baru turun begitu mempesona. Kadang ingin berlama – lama ditanah lapang.

Advertisement

Coba berjalanlah sebentar, tengok hiruk pikuk kehidupan di gang – gang yang nempel dengan dinding – dinding tinggi universitas seakan tak ada matinya. Pagi, siang, sore, malam tempat rental print ramai, apalagi fotocopy dan warung – warung maka serta rumah indekos. Seakan kesibukan menekik mereka demi ilmu dan gelar – gelar yang sengaja dikejar.

Kemudian lihat perbedaan ke dinding – dinding tinggi berkaca bening, mall. Pemuda – pemudi sampai lansia kanan kiri membawa barang belanjaan. Ada yang sekedar jalan – jalan melepas penat. Atau anak – anak ABG yang masih pakai seragam berkeliaran seusai sekolah. Ya, semua kasta ada disana. Jual beli menjadi hal mutlak yang sama cepatnya dengan waktu, tak bisa dihentikan.

Pindah sejenak ke ruko – ruko mungil ber interior mewah nan elegan. Menjamur hampir di semua daerah kota. Menjajakan tempat nyaman untuk sebuah obrolan dan menu unik. Makanan dan minuman dijual lebih mahal untuk membayar kenyamanan atau sebuah foto untuk sosial media ? Entahlah, yang jelas tempat – tempat seperti itu memberi warna tersendiri untuk sebuah jejak obrolan.

Advertisement

Untuk para penggila travelling, Malang menjadi destinasi empuk. Deretan pantai berjajar rapi meskipun harus ditempuh berjam – jam dari kota Malang dan kadang dengan medan yang tidak mudah. Hembusan ombak seakan menghilangkan tumpukan beban yang meninggi di pundak. Selain pantai ada juga berbagai macam "coban" atau air terjun yang siap memperdengarkan suara gemericik air yang melegakan. Jika mau lebih ekstrim, banyak juga gunung – gunung yang siap didaki. Atau yang nggak mau repot dengan destinasi alam, tinggal meluncur saja ke daerah batu. Wahana – wahana buatan yang tak kalah menarik siap menjadi tempat menghabiskan waktu liburan.

Setiap tempat akhirnya menjadi candu untuk diulangi, semua orang yang pernah ditemui kemudian menjadi kenangan, dan moment – moment indah yang pernah menyentuh sebagian umur akan menjadi saksi bisu betapa detik – detik ditempat ini sangatlah berharga.

Malang, tetaplah kota dengan seribu kelebihan dan kekurangannya. Tapi garis bawahi ya, romantisnya tak akan tertandingi. Jangan lupa bawa pulang jejak manis sebanyak – banyaknya tapi jangan bawa satupun penyesalan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya