Pertama kita harus meyakini bahwa: manusia merupakan makhluk ciptaan tuhan, hal itu akan menjadi keyakinan masyarakat Indonesia dalam beragama, secara fakta ilmiah alam semesta ini sangatlah luas The Astrophysical Journal, dengan tim peneliti yang dipimpin Christopher J. Conselice, ahli astrofisika dari University of Nottingham Inggris pada tahun 2016 mengemukakan bahwa di alam semesta terdapat 2 triliun galaksi.

Hasil penelitian ini 10 kali lebih banyak dibandingkan penelitian sebelumnya yaitu 200 miliar galaksi, jika dalam galaksi dapat terdiri dari jutaan atau bahkan miliaran bintang dan minimal 1 planet dari setiap bintang maka berapa banyak planet yang ada di alam semesta dan bumi termasuk salah satu planet yang ada dialam semesta.

Advertisement

Jika kita memandang fenomena yang terjadi di alam sangatlah seimbang adanya siang dan malam, ada musim kemarau dan musim hujan di Indonesia, bahkan unsur kimia pembentuk di alam seperti Hidrogen, Helium, Litium, dan lainnya yang ada dalam tabel priodik memiliki komposisi negatif dari elektron dan positif dari proton yang seimbang, bahkan molekul terdapat dialam juga sudah seimbang yang dapat menjadikan segala sesuatu yang ada dialam hakikatnya memang sudah seimbang.

Kita juga dapat memperhatikan siap bagian yang melekat pada manusia pasti memiliki fungsi masing-masing, kalau anda mempelajari sel pembentuk jaringan pada manusia maupun makhluk hidup lainnya, betapa kompleksnya unsur dan pembentuk di dalam sel jika di ibaratkan seperti pabrik mini yang sangat kompleks dan teknologi yang ada saat ini masih belum dapat meniru kekompleksnya sel makhluk hidup, dan itu merupakan bukti dari kesempurnaan Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Esa.

Terlepas dari tulisan di atas, Indonesia merupakan negara ke 4 penduduk terbanyak di Dunia, menurut data Kependudukan BPS tahun 2015 jumlah penduduk Indosesia tercatat sebanyak 255,5 Juta jiwa, dan dengan keadaan geografis Indonesia terdiri dari 34 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota yang tersebar dalam 17,504 pulau. Tentunya jika dilihat dari data di atas masalah-masalah korupsi bukan persoalan yang sederhana dan mudah untuk diselesaikan.

Advertisement

Penyelesaian masalah koropsi salah satunya dengan dibentuknya lembaga Independen Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) yang sudah berdiri selama 14 tahun dengan berbagai banyak pencapaian dari awal berdiri hingga data terakhir menurut Laporan Akhir Tahun KPK terdapat selama tahun 2017 terdapat 1897 kasus laporan gratifikasi dari lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif, swasta, dan independen.

Apakah solusi dengan terbentukna lembaga Independen KPK merupakan solusi terbaik dan satu-satunya? Sebut saja negara yang memiliki predikat bebas korupsi Denmark, dan negara lain yang memiliki predikat yang sama yaitu Selandia Baru apakah negara tersebut memiliki lembaga yang memberantas korupsi? Negara seperti Denmark dan Selandia Baru tidak memiliki lembaga seperti KPK, salah satu penyebab negara Selandia Baru bebas korupsi yaitu negara tersebut memiliki pendidikan moral yang baik.

Lalu apakah pendidikan di Indonesia masih belum cukup baik? Tidak hanya dari pendidikan Indonesia memilik dasar negara Pancasila yang jika dibandingkan dengan negara-negara lain maupun dengan negara yang lebih maju, Pancasila dikatakan sebagai dasar negara yang cukup sempurna.

Pancasila menjadi ideologi masyarakat Indonesia yang sudah dibuat oleh para pendiri bangsa, seharusnya setiap sila Pancasila dijiwai dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, salah satu sila berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Penjabaran secara umum dari sila tersebut yaitu negara menjamin kepada warga negara dan penduduknya memeluk dan beribadah sesuai dengan kepercayaan maupun agama yang sudah ditetapkan.

Secara lebih luas lagi bahwa nilai-nilai yang terkandung pada sila ketuhanan seharusnya lebih dipahamin lagi. Dalam mengikuti ajaran agama tidak ada agama di Indonesia yang membenarkan untuk boleh melakukan korupsi, dapat di artikan jika kalau masyarakat Indonesia memperaktikan nilai-nilai dari sila pertama seharusnya tidak akan melakukan korupsi dalam berbagai bentuk.

Apalagi mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam, dalam agama Islam sesuai dengan Q.S Al-Baqarah ayat 188 yaitu : "Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui”, dalam keterangan ayat tersebut sebagai umat Islam terlebih lagi yang sedang di beri amanah untuk memimpin seharusnya mengetahui secara sadar untuk tidak melakukan perbuatan korupsi maupun yang sejenisnya untuk kepuasan pribadi.

Kecuali para pemimpin bangsa Indoneisa ini yang melakukan tindakan korupsi sudah melupakan sila pertama tersebut serta juga melupakan nilai-nilai penting yang terkandung dalamnya. Sila pertama menjiwai bangsa dan meliputi sila selanjutnya yang artinya dalam segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan negara harus dijiwai nilai-nilai ketuhanan Yang Maha Esa.

Sudah sepantasnya kita harus memahami dalam arti yang sebenarnya jangan hanya kita pintar mengucapkan sila tersebut, tanpa mengetahui nilai-nilai penting yang terkandung didalamnya. Bebagai buku pelajaran mengatakan Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia tetapi yang ada secara realitas hanya sebagai hafalan saja tanpa di implementasikan yang seharusnya pancasila dapat menjadi karakter sesungguhnya bangsa Indonesia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya