Bulan Agustus memang telah berlalu. Akan tetapi suasana hingar bingar perayaan kemerdekaan belumlah usai. Seperti yang baru kita saksikan selama 2 minggu belakangan ini. Ya, perwakilan atlet kita baru saja selesai melaksanakan tugasnya di ajang Asian Games dan sukses melampaui target dengan duduk di peringkat ke-4. Itu menjadi kado yang indah untuk ulang tahun ke-73 negeri ini.

Lantas bagaimana dengan hubunganmu? Fokus memperhatikan gelaran Asian Games tentu saja tak terlalu mengganggu hubunganmu dengan pacarmu. Apakah masih baik-baik saja? Atau malah baru kandas di tengah jalan?

Advertisement

Untuk kamu yang baru saja kandas di bulan Agustus, bersabarlah! Mungkin itu memang sudah takdir dari-Nya agar kamu bisa mendapatkan yang lebih baik. Bisa jadi juga kamu belum cukup baik untuk dia. Kamu cukup nikmati saja masa-masa patah hati itu selama beberapa minggu saja. Jangan sampai hitungan bulan, segeralah beranjak untuk move on. Hidup terlalu sia-sia kalau hanya untuk memikirkan satu orang saja.

Sedangkan untuk kamu yang masih berstatus pacaran, coba deh yakinkan lagi hubunganmu baik-baik saja atau tidak. Hubungan (pacaran) yang sehat adalah ketika dua orang yang mencintai sama-sama menjalin komitmen untuk saling setia, tidak memaksakan, tampil apa adanya dan mampu menerima kekurangan pasangan. Anggap saja itu sebagai pembekalan sebelum memasuki hubungan yang lebih serius dalam jenjang pernikahan.

Tapi jangan salah paham dulu lho yaa. Itu bukan berarti kamu jadi bebas ngelakuin apa aja ke pacarmu. Ada batasan-batasan tertentu yang tetap harus dipatuhi. Seperti hubungan sex contohnya. Untuk satu hal itu kamu tetap harus menunggu sampai dia sah secara hukum dan agama menjadi milikmu seutuhnya. Tidak perlu latihan karena secara naluri kamu pasti akan bisa melakukannya nanti.

Advertisement

Nah, di masa pacaran ini pasti kamu sering mengalami suatu momen di mana pacar kamu akan bilang, "Katanya cinta, masak ngelakuin gitu aja nggak mau?". Kamu pun akan bimbang di antara dua pilihan, mengikuti kata hati yang sebenarnya ingin menolak atau menuruti saja permintaan itu.

Di sinilah tiba waktunya buat kamu untuk mulai menggunakan logika dalam berfikir. Cinta itu tidak harus 100% tentang perasaan saja, tapi adakalanya juga harus menggunakan logika. Iya sih, Agnes Monika (sekarang lebih dikenal sebagai Agnez Mo) punya lagu yang liriknya "Cinta ini, kadang-kadang tak ada logika". Tapi terus jangan ditanggapi secara membabi buta juga. Lagian di lirik itu juga disebutin kalau cuma pas "kadang-kadang" saja.

Itu berarti terkadang kamu juga harus menggunakan logika berfikirmu ketika sedang menjalin hubungan, terutama saat pacaran. Kalau permintaan pacarmu masih bisa diterima dengan akal sehat seperti minta antar ke pasar, jemput kuliah, nemenin futsal atau nyariin buku di perpustakaan ya ikutin aja. Hal-hal seperti itu masih bisa diterima nalar berfikir orang sehat.

Akan tetapi lain ceritanya kalau dia sudah minta yang berlebihan. Seperti minta jatah uang bulanan padahal kamu sendiri hidupnya pas-pasan, pinjam uang nggak dikembalikan, ngerjain semua tugas-tugas kuliahnya, bahkan ngajakin kamu untuk melakukan hubungan yang seharusnya baru kamu lakukan setelah kamu menikah nanti (you know what i mean lahh), maka sebaiknya kamu mulai mempertimbangkan untuk melanjutkan hubungan ini atau tidak.

Sebab kalau pasanganmu sudah minta suatu hal yang sebenarnya itu di luar kemampuanmu tapi dia mengatasnamakan cinta, itu berarti dia cuma memanfaatkanmu untuk kesenangannya saja. Kenapa bisa begitu? Karena kamu yang ngelakuin sebenarnya tidak ikhlas dan penuh keterpaksaan. Jadi hanya dia saja yang bahagia, kamu cuma pura-pura bahagia saja.

Kamu harus ingat kalau kamu ini cuma pacarnya, bukan suami atau istri, bodyguard, tukang ojek ataupun pembantunya. Apapun itu yang membuatmu merasa tidak nyaman, ungkapkan saja. Saling terbuka untuk kebaikan bersama itu lebih baik daripada pura-pura bahagia untuk membuatnya tertawa, padahal dalam hati kamu menangis. Lagian bukan hal yang haram juga kalau kamu berani untuk mengatakan tidak sama pacar kamu tentang suatu hal yang menurutmu kurang tepat.

Seandainya pacar kamu orangnya bijak, pasti ia akan bisa menerima alasan logis dari kamu. Kalian akan bisa saling berdiskusi dan menemukan solusi terbaik dari permasalahan yang sedang kalian hadapi. Pacar seperti itulah yang harus kamu pertahankan. Tapi kalau dia malah marah-marah dan meragukan rasa cinta-mu, maka itu hanya alasan dia saja untuk terus memaksa kamu agar mau menuruti keinginannya.

Jangan sampai kamu merasa sudah #MerdekaTapi masih terus tidak mampu berkata "tidak" sama keinginan nggak masuk akal pacar kamu. Ingat baik-baik, pacaran= logika+perasaan. Berapa persennya tergantung situasi dan kondisi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya