Awalnya, semua terasa biasa saja. Awal kehadiranmu, tak pernah terlintas sedikit pun di benakku bahwa akan ada kisah romansa antara kita. Apalagi hatiku sudah milik seseorang. Tiba-tiba kau mencoba mendekat dengan cara yang sangat tersirat, sehingga tanpa aku sadari perasaan nyaman mulai timbul. Aku merasa nyaman saat berada di dekatmu. Meski tak ada satu kata terucap, aku mulai merasakan ada yang berbeda di antara kita. Dari caramu memperlakukan, memandang, tersenyum, dan segala sesuatu yang kau lakukan, ini berbeda.

Aku sadar, bahwa ini harus segera diakhiri seiring berjalannya waktu, perasaan nyaman itu semakin dalam.jatuh cinta. Mungkin aku belum berani menyatakan itu cinta. Tapi, bisakah seseorang menjelaskan tentang rindu dan cemburu saat melihatnya bersama wanita lain? Pada akhirnya aku memilih langkah tak peduli.yang paling penting, aku bahagia saat ini bahagia bersama dia yang selalu ada di dekatku.

Tak peduli dengan kami memiliki pasangan dan komentar orang-orang. Mereka tak akan tahu apa yang kami rasakan saat ini. Kemudian semakin lama, mungkin kami sama-sama menyadari bahwa ini tak akan ada ujungnya bila tak ada salah satu atau kami mundur dari kedekatan ini. Aku dan kamu memilih jalan memadamkan bersama api yang sempat kami mainkan sesaat. Api kami memang belum terlalu besar namun tak bisa juga dikatakan kecil. Rasanya? Jangan ditanya. Sungguh berat. Rindu yang membelenggu setiap waktu.melihat ke layar hp sekali waktu, berharap kau datang lagi.

Maafkan aku yang mungkin tak seramah dulu. Kau tahu? Kalau aku ramah aku pasti akan jatuh lagi ke pesonamu. Tapi yang perlu kau tahu, di hati kecil ini masih bahagia bila ada kau di dekatku. Kamu, wahai lelaki yang sempat singgah. Walaupun yang kita lakukan tidak benar, aku sempat merasakan kebahagiaan bersamamu. Terima kasih pernah mengisi kekosongan hati ini, terima kasih telah membangkitkan semangatku kembali, terima kasih telah menambah warna kehidupanku. Kalau memang berjodoh, kita pasti kan bersama nantinya.

Wahai lelaki yang pernah membahagiakanku.