“Kok dia enak sih, tugasnya cuma gitu doang. Sedangkan kita harus ngerjain segitu banyak ? Huh sebal !”

“Wah, hebat ya dia udah mulai nyusun skripsi. Sedangkan kita masih harus magang lah, ini lah, itu lah, ribet !”

Advertisement

Pernah nggak sih kamu dengar atau nggak sengaja dengar kata-kata seperti itu dari orang lain? Entah itu teman, keluarga, atau orang yang nggak kamu kenal sama sekali. Kalau aku pernah. Apalagi buat kamu yang sekarang ada di usia 20 an tahun. Usia dimana setiap orang sedang berlomba-lomba untuk menunjukkan kelebihan dan potensi dalam dirinya.

Mempunyai pendapat sendiri yang menurut diri mereka itu hebat, padahal belum tentu begitu menurut orang lain. Bisa juga dibilang usia yang tepat untuk mendapatkan popularitas. Di usia ini kamu bakal mulai memikirkan berbagai urusan, mulai dari urusan kuliah, keluarga, teman, bahkan pacar. Kamu akan memikirkan bagaimana cara kamu menunjukkan kelebihan dan potensi diri. Mulai merancang masa depan dengan segala bidang yang ditekuni.

Nah, pada saat itulah akan ada banyak gangguan. Bukan gangguan sih tepatnya, semacam penilaian orang lain terhadap apa saja yang kita lakukan. Contohnya kayak kata-kata tadi. Aku sering dengar kata-kata semacam itu dari orang-orang di sekitarku. Awalnya biasa saja, tapi semakin sering dengar malah jadi sebal sendiri. Menilai kehidupan orang lain kemudian dibandingkan dengan kehidupan sendiri dan mulai berandai-andai. Itu hanya akan membuat obrolan kamu menjadi tidak bermanfaat.

Advertisement

Boleh saja mengagumi kelebihan dan potensi orang lain. Lalu kamu dapat belajar dari mereka tentang hal-hal baik yang bermanfaat buat kamu. Tidak perlus dibandingkan dengan kehidupan kamu. Parahnya lagi setelah itu kamu malah berandai-andai ingin menjadi seperti mereka. Duh itu salah besar menurutku. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Pasti kamu tidak asing kan dengan pepatah seperti itu?.

Ya, hampir semua orang tahu tentang pepatah itu. Sebenarnya secara tidak langsung mereka seharusnya mengerti dengan pepatah itu. Pertama, setiap orang itu sudah ditakdirkan diberikan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Itu pasti. Lantas kenapa masih dibandingkan ? Kedua, kamu ya kamu. Kamu yang paling mengetahui kemampuan dirimu. Bukan orang lain. Biarkan mereka menilai sesuka hati. Toh kamu berjuang mati-matian untuk mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan bukan untuk mendapatkan nilai dari orang lain. Ketiga, nikmati setiap proses dalam hidupmu.

Jika kamu sekarang sedang berjuang agar cepat lulus kuliah atau buat anak sekolah yang mau ujian lebih baik jangan mengeluh. Nikmatilah setiap usaha yang kamu jalani dengan ikhlas tentunya. Percayalah dari setiap kita telah memiliki jalan terbaik yang diberikan Tuhan. Semesta selalu menjadi saksi setiap kerja kerasmu. So, jadilah pribadi yang selalu melihat segala sesuatu dengan positif. Karena kita diciptakan berbeda dan syukurilah.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya