Dunia panggung musik di zaman sekarang tidak sekedar urusan suara, aksi panggung, tata cahaya dan lainnya. Di zaman moderen semua hal mulai bersentuhan dengan namanya dokumentasi. Aktualitas sekarang menyerang tidak hanya di dunia pers tetapi juga urusan dunia hiburan. Sosial media menjadi alat dan wajah bagi pelaku dunia hiburan. Visual dan tulisan menjadi bahan untuk berhubungan dengan fans dunia maya.

Bentuk dokumentasi foto bagi pelaku dunia musik menjadi salah satu yang mulai wajar dilakukan. Sebuah tim musisi tidak hanya berisi manajer, tim produksi panggung dan peralatan teknis lainnya. Seorang fotografer panggung atau fotografer musik mulai menjadi sebuah kebutuhan. Dokumentasi dari tiap konser juga merupakan kebutuhan yang dicari para fans jarak jauh. Fotografer ini juga bertugas tak hanya aksi panggung yang mereka abadikan tetapi juga segala hal berbau backstage seperti persiapan artis itu, sisi lain artis, persiapan tim produksi dan juga hal-hal tak terduga yang patut diabadikan.

Advertisement

Fotografi panggung juga merupakan salah satu khas tersendiri dalam dunia fotografi. Panggung konser pada umumnya diadakan pada malam hari terlebih di Indonesia. Faktor gelap malam akan mempengaruhi. Meskipun ada tata cahaya panggung kadang fotografer juga harus menyiasati bagaimana sumber pencahayaan yang baik.

Tata cahaya panggung juga diposisikan sebagai bentuk dari artistic yang dibutuhkan dalam foto panggung. Dan tidak semua tata cahaya di setiap konser itu sama baiknya, fotografer harus selalu siap dengan keadaan cahaya untuk tetap menghasilkan dokumentasi foto yang baik.

Dalam setiap konser sendiri terjadi banyak emosi dan peristiwa yang menarik untuk diabadikan. Aksi panggung musisi tentu menjadi menu utama. Ada yang perlu diperhatikan hingga mendetail. Seperti ekspresi, deru keringat, urat nadi ketika bernyanyi hingga juga saat-saat gitaris melompat kegirangan. Kemudian beralih ke para penonton betapa serunya saat sing a long hingga suasana utuh konser tersebut baik panggung, aksi musisi, penonton, hingga kemegahan panggung dan pencahayaan.

Advertisement

Menariknya ada pula sisi lain yang bisa diabadikan, seperti ketika tim produksi mempersiapkan segala peralatan dan cek semua kesiapan alat, kemudian songlist yang selalu ada di panggung, panitia yang bersliweran, fans yang berebut tanda-tangan di belakang panggung hingga foto bersama dengan crowd yang ada.

Dalam konteks peralatan bagi fotografer semua selalu bertumpu pada sebutan man behind the gun. Semua hasil foto bergantung pada siapa yang berada dibalik kamera. Kamera hp pun jika penggunanya memiliki insting fotografi yang baik bisa mengabadikan momen di atas panggung. Dan menuju kearah lebih profesional tentu akan dibarengi dengan niat dan perkembangan peralatan yang dimiliki. Semua hasil karya disetiap fase selalu menjadi yang terbaik dengan peralatan yang dimiliki.

Dengan semakin niat yang terasah serta kemauan pasti ada jalan untuk menambah segala peralatan yang menunjang baik kamera profesional hingga perlengkapan lensa yang mumpuni. Tapi bagi beberapa karya amatir yang cukup bagus juga rata-rata hanya memakai kamera digital dengan lensa bawaan ataupun lensa tambahan yang sederhana seperti tele atau wide, dan diera sekarang tak perlu memiliki, cukup menyewa saja sudah bisa. Semuanya bergantung pada keseriusan fotografer baik amatir dan yang menuju ke jalan profesional.

Fotografer panggung sendiri sekarang sudah menjadi langganan untuk dimiliki para musisi. Banyak fotografer panggung terkenal ditanah air. Sebut saja Fotografer resmi dari Raisa dan Afgan yaitu Narendra Kameshwara, kemudian fotografer band Barasuara yaitu Davian Akbar, hingga yang lain seperti Hafiyyan Fazza, Rendha Rais, Anggra Bagja.

Itu merupakan fotografer panggung yang cukup disegani karya-karya mereka. Dan biasanya fotografer panggung akan juga mendapat kesempatan tidak hanya sekedar dokumentasi panggung tetapi juga dokumentasi apapun terkait kegiatan musisi bersangkutan. Seperti foto cover album, foto katalog dan lain-lain.

Untuk menjadi fotografer panggung sendiri sebenarnya hanya berkaitan atas koneksi dan teman main yang dikenal. Kita semua pun bisa menjadi fotografer panggung secara amatir. Datang ke konser favorit dan mengabadikannya tetapi dengan dasar keindahan visual bisa menghasilkan foto panggung yang bagus pula. Banyak fotografer panggung berasal dari "teman main" musisi itu sendiri. Sering berinteraksi dengan kegiatan di dunia musik dan mempunyai ketertarikan lewat foto pun bisa menjadi jalan membuka fotografer panggung itu menjadi profesi.

Kebutuhan eksistensi di era social media justru memberikan keuntungan. Pekerjaan fotografer panggung sekarang sudah menjadi kebutuhan branding artis. Kualitas hasil dokumentasi yang baik juga menambah nilai jual artis itu sendiri. Mengartikan bahwa segala produksi langsung dan tidak langsung artis itu dipersiapkan dengan baik hingga terdokumentasi dengan baik.

Media sosial berupa Instagram yang merupakan media berbasis visual cukup banyak digunakan. Khususnya anak muda yang menjadi pasar industri musik. Sudah mendapat lahan, maka hal ini memang tidak salah dimanfaatkan menjadi wadah karya bagi fotografer panggung. Semua karya yang diunggah secara mudah membuat hal ini menjadi portofolio bagus bagi fotografer panggung yang masih amatir. Hal ini juga menjadikan peluang bagi anak muda Indonesia dimana industry kreatif mulai menjadi pilihan masa depan yang menjanjikan. Yang penting kesadaran pasar akan hal-hal kreatif itu tidak sekedar hiburan tetapi juga merupakan kebutuhan di zaman sekarang.

Adi Cahyo Pangestu Jati

Kost Dā€™Fazma, Gang Indragiri, Jl Perumnas, Catur Tunggal, Kec Depok, Sleman, Yogyakarta

Mahasiswa (Komunikasi, Jurnalistik)

Anak kuliahan semester akhir yang suka motret Gigs gratisan di Jogja

@paaangest (Twitter)

085786552697

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya