Hati memang tidak pernah bisa memilih akan jatuh pada siapa, namun hati juga harus berlapang dada ketika dia tidak dipilih. Sakit dan menyesal bukan ketika tahu rasa ini tidak akan berbalas, namun karena hati ini jatuh pada orang yang salah. Penantian dalam waktu yang bukan sebentar, jika memang keduanya tidak bisa bahagia harusnya juga tidak menyakiti salah satunya pada akhirnya. Orang yang tidak bisa menghargai sedikit pun perasaan orang lain. Iya dia menyesal karena pernah menyia-nyiakan waktunya untuk lelaki jahat.

Ada yang pernah bilang, hati memiliki ikatan batin dengan air mata. Air mata berharga ini pernah jatuh, terlalu berharga memang. Namun jatuhnya hanya sekali. Pernah sekali ketika mengingat rasa sakit itu ingin rasanya dihapus dengan menangis sampai tidak tersisa. Beruntungnya dia tidak mau jatuh hanya menggenang di pelupuk. Hanya sebait kata-kata kesedihan dan penyesalan yang mampu keluar.

Advertisement

Kemarin setelah aku berdamai dengan diriku sendiri tentang penyakit hati, akhirnya aku sadar telah ikhlas. Definisi ikhlas tiap orang bermacam-macam. Ikhlasku ini ternyata mudah. Rasanya memang baru detik yang lalu hati ini merasa telah jatuh pada lelaki yang salah dan air mata ini seakan tidak berhenti menetes. Namun, kala aku menginginkannya jatuh kembali dan dia membentengi diri, aku rasa ini ikhlasku.

Entahlah mungkin hati dan air mata ini sependapat bahwa diri ini amat sangat terlalu berharga bila harus merasakan sakit berkepanjangan karena lelaki jahat. Biar lelaki itu menyesali perbuatannya padaku. Biar dia yang sakit, yang jatuh pada yang jahat dan salah. Karma itu ada.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya