Hal yang paling tak menyenangkan di hidup adalah bergantung pada ketidakpastian. Apalagi ketidakpastian itu terletak pada orang yang benar benar kamu sayangi. Dalam kasus seperti ini kamu ditempatkan pada posisi 'Serba Salah', karena jika kamu tidak bertindak dan menganggap semuanya baik baik saja dirimu lah yang akan merugi tapi jika kamu bertindak maka hancurlah semuanya.

Merugi, hatimu sedih hatimu gundah hatimu tak enak melakukan aktivitas seperti terasa terbebani, karna ada unek unek yang menjanggal di hati. Hancurlah semuanya, jika emosi dan marah dipersatukan dalam suatu pembicaraan serius akan berakibat fatal karena tak akan ada ketemu untuk mencari jalan tengahnya. Yang ada hubungan kalian akan hancur.

Dilema…

Bertanya pada siapa pun, bercerita kepada siapa pun, mencari jawaban hingga kemana pun, ujung ujungnya dir sendirimu lah yang harus memutuskannya akankah bertindak atau kah tidak. Dalam hatimu pasti tau tindakan apa yang sesuai, namun dirimu perlu dimotivasi dengan orang sekitar dan memerlukan bimbingan, maka dari itu tak sedikit orang yang memahami akan persoalanmu.

Sebagai contoh kasus kali ini adalah seorang wanita yang sederhana mencintai pasangannya. Semua berjalan lancar, sampai akhirnya waktu dan tempat mereka terpisahkan. Jarak dan waktu seakan sangat berharga di mata sang wanita, namun mungkin itu hal yang biasa dialami sang pria. Si wanita gundah gulana. Akankah hubugan ini bertahan atau kah tidak.

Advertisement

Ia pendam keinginannya untuk membahas hal ini kepada pasangannya. "Tunggu waktu yang tepat" pikirnya. Ntah waktu yang tepat seperti apa yang diinginkan oleh sang wanita. Ini akan menjadi pembahasan yang serius jadi butuh waktu yang benar benar tepat. Jika tidak akan berakibat fatal. Bukan kali ini saja, dulu pernah diutarakan maksud hati sang wanita kepada si pasangan, namun jawaban itu belum membuatnya lega.

Sang pria selalu memberi jawaban sama setiap hal ini ditanyakan oleh si wanita. Lagi lagi jarak dan kurang komunikasi. Si pria menganggap bahwa berapa lama pun mereka tak tegur sapa dalam sehari tak masalah, yang penting masih ada kabar. Namun hal itu terbalik dengan si wanita, sang wanita menginginkan bahwa dalam sehari harus ada tegur sapa walaupun tidak di setiap jamnya, lalu bagaimana cara agar mereka bisa mengambil jalan tengahnya?