Dalam hubungan setiap orang mempunyai prinsip. Tidak semua berlaku sama dengan yang lain. Adakalanya hidup mempunyai jalan masing-masing yang kemudian disatukan dengan suatu hubungan. Berjalan dengan dua pikiran antara lawan jenis memang tidak mudah, namun saling percaya yang menjadi ujung tombaknya.

“Hanya bermodal kepercayaan ketika pertemuan hanya bisa dihitung dengan jari”

Ketika jauh jarak ini, berharap kepercayaan menjadi modal awalnya, karena diri sendiri tak bisa berbuat apa-apa dan hanya itu yang bisa kita lakukan. Dalam jangka setahun saja peretemuan bisa dihitung dengan jari.

“Akankah dirimu selalu mengharapkanku? Ketika jarak ini jauh dan jauh darimu”

Sempat terlintas dipikiran ketika diri sendiri terhalang jarak. Masihkah dirimu mengingatku? Masihkah hati ini terjaga? Masihkah harapanmu tetap sama denganku? Semoga kita lebih bijak soal perasaan. Hatimu adalah milikmu sendiri dan Dirimu sebagai Tuannya.

Advertisement

“Jarak ini menjadikanmu lebih terhormat dan lebih kuat”

Tiada maksud untuk menjauh. Namun lebih dari yang diketahui, seseorang menghormati apa yang ada pada dirimu dalam lahir maupun batin. Dalam jarak ini, dirimu dapat menjadi diri sendiri seutuhnya dan memantaskan diri dengan mandiri. Mengatasi masalah sendiri yang menjadikanmu lebih kuat , mungkin bisa lebiih dari perkiraan.

“Jarak ini menjadikan kita lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa”

Doa sebagai obat paling mujarab dalam hubungan yang terhalang jarak. Menjadikan kita lebih dekat kepada-NYA. Saling mendoakan menjadi moment yang paling istimewa dan menghormati yang paling baik. Kepada siapa lagi rindumu tercurahkan kalau bukan kepada Sang Maha Pencipta. Dengan bebas bisa Engkau luapakan semua perasaanmu meskipun air mata juga menetes.

“Sebenarnya diri ini Rindu, namun apakah Engkau juga sama apa yang aku rasakan disaat itu juga?”

Ketika jarak menjadi cobaan dalam diri, sebuah rindu bisa datang kapan saja, tak ada yang menduga. Namun penerimaannya bisa berbeda. Kita tidak tahu, ketika menerima pesan rindu mungkin disaat itu sibuk-sibuknya dan hanya bisa membacanya. Harapan balasan yang ditunggu dan hanya bisa bersabar.

“Dirimu tempat kusandarkan berjutakan harapan”