Sesederhana Ibu

Dia tak kan meminta, tapi tetap memberi. Dia tak kan mengeluh, dan tetap mengabdi .

Dia seorang yang memiliki banyak panggilan, mulai dari Ibu, Mama, Mami, Bunda, Umi, bahkan Emak, tapi tetap memiliki arti yang sama. Yaitu seorang wanita yang telah melahirkan dirimu kedunia, merawat dan mengajarkan kamu hidup sampai detik ini.

Advertisement

Namun sayangnya, sosoknya kini seperti tak diangggap oleh anak-anak zaman NOW. Generasi muda sekarang seperti tak memiliki budi luhur, etika beradab yang baik terhadap orang tua, terutama Ibu. Membentak, berkata tak sopan, bahkan berindak kasar seperti bukan kelancangan untuk mereka.

Memang tak semua anak Zaman Now berperilaku buruk, seperti yang saya deskripsikan, Tapi HEI ! rata-rata 70 dari 100% mereka "anak-anak muda itu" bersikap bersikap buruk terhadap orang tua. Entah apa yang salah, apa karena lingkungan, pergaulan, sosial media, atau watak mereka yang terlahir demikian rupa .

Ibu? NO, sosok wanita ini tidak dapat kalian salahkan dengan adanya TREND ini

Advertisement

Banyak sekali berita, baik itu artikel maupun video di media sosial yang meliput kenakalan anak remaja kini. Dan membuat banyak para netizen, berbondong bondong mengisi kolom komentar berita tersebut, baik itu tanggapan dalam segi positif maunpun negatif, namun tak jarang banyak yang menyalahkan orang tua remaja dalam berita yang dianggap tidak dapat mendidik anak tersebut dengan benar .

Berita menggegerkan paling baru ini, yang membuat miris hati yaitu terciduknya sepasang muda-mudi belia, dengan berseragam sekolah menengah sedang asyik berbuat mesum di dalam kamar mandi sebuah masjid. Perkataan yang terlintas saat melihat berita itu: Are you Stupid?, Where it's your Brain?

Orang lain yang tidak ada kaitan hubungan kandung atau pertemanan dengan pasangan tersebut saja miris hati, melihat nya. Apalagi keluarga mereka sendiri, orang tua mereka, terutama Ibu. Ibu yang menuangkan kepercayaan dan menunggu harapan baik dari mereka, 'Hancur" mengetahui berita tersebut.

Pasangan itu melangggar aqidah-nya, membelakangi norma tanpa memikirkan akibatnya, dan yang paling sedih tak menganggap perasaan orang tua terutama Ibu.

Terlepas dari berita itu, apakah moral anak anak muda zaman sekarang sebobrok itu? Apakah mereka tidak memikirkan perasaan orang tua, terutama Ibu?

Kini Lingkungan sekitar menjadi tempat umum untuk berbuat maksiat, tak ada lagi rasa malu untuk berbuat. Bahkan tempat ibadah, tempat suci yang seharusnya menjadi tempat memohon ampun atas semua dosa, kini sudah tak dianggap suci oleh segelintir orang yang sudah rusak moral nya, bodoh akal pikirnya, dan buruk aqidah-nya .

Fenomena kata Kidz zaman NOW berkonotasi buruk untuk mereka dan terasa sangat disayangkan. Seorang anak yang seharusnya dapat menjaga dirinya dari perilaku buruk, yang seharusnya dapat membahagiakan dirinya dan keluarga, dan anak yang harusnya menjadi kebanggan orang tua.

Ibu, beliau tak kan menuntut anaknya untuk menjadi orang hebat, bak presiden, bak dokter, atau bak professor, dia hanya ingin anaknya menjadi seorang yang bahagia untuk hidupnya.

Ibu, beliau seorang yang takkan meminta mu untuk dibelikan rumah megah untuk tinggalnya, takkan meminta mobil mewah untuk alat transportasinya, dan takkan meminta hidangan lezat untuk makannya.

Ibu, beliau Tak kan membenci seberapa buruknya dirimu, seberapa lancangnya dirimu, dan seberapa memalukannya dirimu di mata orang lain.

Ibu, seorang yang mendoakan MU tanpa henti, seorang yg meminta ampun pada Tuhan atas dosa MU, seorang yang 24 jam nonstop menyayangi dan mengkhawatirkanmu.

Kalian tahu? Kadang saya sendiri merasa kesal, dengan semua nasihatnya, pembicaraan yang terus diceritakan berulang ulang dan over protective-nya beliau kepada anak perempuannya. Beliau akan selalu bermonolog panjang untukku mengenai bahaya yang diciptakan tiga hal: malam, jalanan, dan laki laki hidung belang.

Dan seiring kedewasaan, kini saya mengerti atas semua maksud nasihatnya, maksud larangannya, dan keinginannya.

Dari tulisan ini, aku ingin menyampaikan, mengingatkan, dan mengajak teman teman untuk lebih menghargai sosoknya, lebih menyayangi dirinya, dan lebih peduli padanya.

Betapa harusnya kalian membahagiakannya, dan menjaganya.

Hanya satu pesanku, Selagi beruntungnya kalian masih hidup bersamanya, tolong sayangi, kasihi, dan banggakan mereka "orang tua" kalian. Sebelum ada penyeselan, seperti diriku karena salah satu punyaku telah tiada .

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya