Chapter II

Kembali Dari Perantauan Akhirnya aku kembali ke tanah kelahiranku. Tapi sendiri (bagi para sahabat yang sudah pernah baca chapter 1 pasti tahu kenapa aku pulang sendiri 😂). It's oke. I'm fine, really. Aku sudah melupakan setiap jengkal kejadian di Jakarta itu, semuanya. Hanya hikmahnya saja yang ku jadikan bekal. Bekal dalam membina diri. Alhamdulillah, tak lama setelah kembali dari perantauan aku langsung mendapatkan pekerjaan. Dan rutinitas seharian – hari ya bekerja. Tak ada wanita manapun yang singgah. Karena aku pribadi belum membutuhkan mereka. Kalian tahu, seperti nya Tuhan pun meridhoi keputusan ku ini. Dia benar – benar menutup hatiku dari keberadaan setiap wanita (kecuali ibuku dong) untuk datang mendekat. Ini berjalan selama hampir 1 tahun. Hal ini bukan karena aku trauma, tapi karena aku tersadar bahwa aku harus intropeksi diriku. Karena yang kubutuhkan adalah wanita yang kuat, tegar, tentunya dalam perjalanan hidup nya percaya penuh kepada kehendak Dia Sang Pencipta. Aku tidak akan fokus untuk mencari nya. Aku lebih suka Tuhan yang menuntunku menemukan nya. Karena itu, kesendirian ku justru membantu ku untuk mempererat persahabatan ku dengan Nya. Awal nya sulit, Tapi akhirnya aku terbiasa. Tuhan mengajarkan ku untuk mawas diri, berprasangka baik pada Nya, dan itu mempermudah diriku melewati hari – hari ku. Dia membimbingku untuk menahan dan mengekang hati sampai nantinya akan dia hadirkan sosok yang pantas untuk ku. So, aku menunggu. Percaya bahwa di saat aku menunggu, dia yang di siapkan Tuhan untuk ku juga sedang melakukan hal yang sama. Itu pasti. Waktu berlalu, semua berjalan baik. Aku nyaman dengan pekerjaan ku. Apakah hari – hariku istimewa? Tentu, karena ada keluarga ku disini, melihat ayah ibuku sehat, aku berpenghasilan dari jalan yang Insya Allah Halal, dan ada Dia Yang Maha Pengasih yang menjadi sahabat baik ku. Apakah aku bahagia? Jika keadaan ku ini tidak bahagia, maka keadaan seperti apa yang disebut bahagia itu?? Bahagia adalah saat kita bisa bersyukur atas apa yang di berikan Nya, lalu kita bisa berbagi kebaikan dengan sesama, sekalipun cara nya sangat sederhana. Well, chapter 2 ku tutup disini. Berikutnya akan ada cerita bagaimana Tuhan per temukan aku dengan sosok yang selama ini kutunggu. Wanita yang kemudian ku mantap kan di hatiku, dan bla…bla..bla.. Cerita nya akan hadir di chapter 3. (Tentang isi chapter 3 ini nanti nya, sebagian isi nya pernah ku tuangkan dalam cerita "aku sedang merayu Tuhan….). Semoga ada hikmah yang bisa di petik, amin.