Kepadamu seseorang yang kelak menjadi pendampingku, bacalah surat ini sebagai tanda mata sebelum kau mengenalku. Apa kabar dirimu yang di sana? Baik kah kamu dalam menjalani hidup? Mungkin saat ini kita belum saling mengenal, atau bahkan belum saling dipertemukan. Suatu saat pasti tiba. Hari dimana kita akan saling menemukan.

Dimana kita akan saling melempar senyum dan bertukar pandang sebagaimana seharusnya ketika seseorang jatuh cinta.

Advertisement

Aku yang sekarang mungkin belum layak untuk bersamamu, karena bahuku belum terlalu kuat untuk menjadi tempatmu bersandar, dan lenganku belum terlalu kokoh untuk selalu menggenggamu. Aku hanyalah orang biasa, seperti masyarakat pada umumnya. Aku juga tidak memiliki keahlian khusus ataupun tidak ada yang begitu menonjol pada diriku. Aku hanya seseorang yang berusaha menjalani hidup dengan baik dan benar, setelah sebelumnya aku pernah salah dan tersesat.

Kita berdua punya masa lalu, yang mungkin pernah menorehkan bekas luka dan tanda. Mungkin di hari lalu, kita pernah dengan sangat terjatuh, kemudian mencoba bangkit saat kita benar-benar rapuh. Mungkin kita pernah membuat kesalahan, saat mencoba hal baru yang belum pernah dilakukan. Mungkin kita pernah menangis dalam keheningan, sesaat setelah merasa sangat kehilangan. Mungkin kita pernah merasa ditemukan, ataupun menemukan seseorang yang kita rasa bersamanya adalah rumah. Tetapi kemudian, seiring waktu berjalan, ketidakpastian dan keraguan tiba disela-sela bahagia.

Lalu, semua selesai seperti tak pernah dimulai, dan berakhir seakan tak pernah ada awal.

Advertisement

Kepadamu seseorang yang kelak menjadi pendampingku, semua orang baik punya masa lalu, dan semua orang yang belum baik punya masa depan. Seperti apapun kita saat ini, semoga kita selalu berusaha menjadi seseorang yang lebih baik lagi, dan lagi.

Semoga tidak ada awal yang terlalu indah untuk akhir yang begitu tragis, dan semoga kita selalu berbahagia berada diantara keduanya.

Semoga, diantara kita tidak ada yang menjadi "terlalu baik" bagi siapapun. Semoga di antara kita mampu saling mengerti, berbagi dan bertoleransi. Kepadamu seseorang yang kelak menjadi pendampingku, jika sampai kau baca surat ini kita belum saling menemukan. Bersabarlah dan cermatilah. Aku mungkin adalah seseorang yang saat ini bersamamu, atau mungkin aku adalah bagian dari masa lalumu, mungkin juga aku adalah orang asing yang akan menjadi sesuatu yang baru di hidupmu.

Kepadamu seseorang yang kelak menjadi pendampingku, semoga kamu dapat mengenalku lebih dekat dengan lebih baik.

Tertanda,

Aku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya