Bukan maksud mengerdilkan Tuhan, keluarga, serta sahabat-sahabat terbaik. Namun sungguh, denganmu Hipwee, proses Move On ini menjadi lebih berarti.

1 Januari 2016

Pada hari itu, aku resmi dicampakkan oleh seseorang. Dia yang telah menjanjikan lamaran dan pernikahan dalam waktu dekat kepadaku beserta keluarga besar, mendadak mangkir. Berbagai alasan tentang adat istiadat bermunculan. Meskipun pada akhirnya aku dan keluarga besar tahu, dia memilih pergi demi wanita lain yang dia anggap lebih baik. Namun dari sinilah, hobi menulisku dimulai.

Advertisement

Aku mengenal Hipwee sejak awal berdiri. Sejak Hipwee membuka open recruitment, dan kemudian berkantor di sebuah perumahan. Namun saat itu aku belum punya keinginan untuk ikut sharing artikel. Cukup menjadi penikmat saja dan baper-baperan setiap membaca artikel dengan tema hubungan.

Patah hati-lah yang kemudian menggerakkan hati ini untuk mencoba menulis di dashboard Hipwee. Dengan rasa ketidakpercayaan diri yang tinggi, aku menekan tombol submit. Dan, artikel pertamaku yang bercerita tentang kebahagiaan seorang single, akhirnya cukup sukses diterima pembaca Hipwee dengan jumlah share yang cukup lumayan.

Malam-malam penuh dengan keputusasaan dan kepedihan akibat pengkhianatan itu tidak berlangsung pendek. Hampir setiap hari aku menagis, meratapi mengapa dia tega melakukan hal ini kepadaku. Terlebih setiap melihat postingan kemesraan dia dengan kekasih barunya. Diri ini semakin merasa tidak berarti.

Advertisement

Namun kesakitan ini bermanfaat juga. Artikel demi artikel patah hati akhirnya berhasil aku tulis di Hipwee dengan jumlah share dan feedback positif dari pembaca. Hal tersebut memberikanku semangat sekaligus kekuatan untuk bangkit. Ini terlihat dari isi tulisanku yang tak lagi meratap, namun lebih ke mengikhlaskan kebahagiaan mereka berdua. Sampai pada akhirnya mereka menikah. Kuhadiahkan artikel tentang selamat menempuh hidup baru yang aku kirimkan ke inbox Facebook mempelai wanita.

Dua tahun sudah berlalu sejak saat menyedihkan itu. Kini, aku hanya bisa mensyukuri semua nikmat yang telah Tuhan berikan. Patah hatiku di masa lalu, keluarga dan sahabat terbaikku, serta pertemuanku dengan Hipwee. Aku juga tidak lupa mensyukuri seseorang yang kini telah sah menjadi penanggung jawab atas segala urusan dunia dan akhirat-ku (red : suami ).

Teruntuk Hipwee,,

Terima kasih kala itu telah bersedia menampung keluh kesahku. Terima kasih telah mempublikasikan tulisan-tulisanku yang receh. Terima kasih telah menemaniku berproses untuk move on. Terima kasih telah memberikan izin untuk menerbitkan tulisan-tulisanku dalam sebuah buku. Terima kasih yang tak terhingga untukmu Hipwee,,,

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya