Kamu telah membawaku ke angan-angan tertinggi, lalu kamu menjatuhkannya kembali. Aku mengerti. Aku telah mengetahui kalau kita memang sudah tidak ditakdirkan bersama.

Aku telah menyiapkan hatiku sejak lama karena Tuhan pasti menyematkan perpisahan di cerita hidup kita. Termasuk hidupmu dan hidupku.

Jalan kita telah terbagi menjadi dua. Kamu telah memilih ini dan kuhargai. Aku harus rela karena cerita hidup kita tak bisa ditulis bersama lagi. Mungkin kamu akan menulisnya bersama wanita lain atau bahkan kamu menulisnya sendiri.

Banyak orang kagum pada hubungan kita. Tetapi, kenyataan tak berjalan seindah angan-angan kita. Hal yang tak pernah kuharapkan pun datang pada hari ini. Hari penghakiman untuk kita berdua. Sepasang manusia yang memutuskan untuk berpisah dan tak lagi menulis cerita indah bersama.

Kamu menyampaikan dengan suara parau dan kesedihan yang jelas tergurat di wajahmu. Jelas kamu tak ingin berpisah denganku. Kusayangkan kamu tak menjelaskan alasanmu yang sebenarnya. Mungkin ia tak ingin menyakitiku walaupun sebenarnya kamu telah menyakitiku lebih dari itu.

Advertisement

Kita berdua adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, tetapi apa yang kita lakukan di dunia ini tak akan pernah sempurna. Tak akan ada yang mampu melebihi kuasa Tuhan yang sudah disematkan di dalam hidup kita. Begitu juga dengan kisah asmara kita, jauh dari kata sempurna, tetapi cukup untuk membuat kita merasa bahagia.

Kamu pun berterima kasih padaku karena telah mau menjadi bagian dari cerita hidupmu. Sejenak kupandang wajahmu, lalu aku tersenyum.

"Terima kasih. Kau pun telah menjadi bagian dari perjalanan hidupku dan aku akan selalu berdoa untukmu"

Telah kusampaikan terima kasihku padamu dan kuiringi doa. Terima kasih untuk semuanya. Masa depan yang telah kurancang akan berganti haluan, tetapi aku yakin ini akan lebih baik. Untuk cerita hidupku dan pasangan masa depanku.