Mengulang dari awal? Aku tidak akan pernah merasa lelah dan bosan, demi masa depan, semua aku lakukan.

Biarkan orang lain mencacimaki kita, tentang kita hanyalah kita sendiri yang tau, kita pula sendiri yang merasakan. Tentang komentar orang lain terhadap kita, ah itu hanya kicauan burung yang aku rasa tidak perlu kita pedulikan.

Advertisement

Ya, kesalahan-kesalahan kita yang telah lalu, biarlah menjadi pelajaran berharga kita untuk kedepannya nanti. Perjalanan cinta kita sebelum masa itu, sudah terlalu banyak cobaan yang dengan mudah kita selesaikan bukan? Hanya saja beberapa waktu lalu kita tidak dapat meredam emosi kita masing-masing, hingga akhirnya perpisahan adalah jalan terbaik untuk kita, waktu itu.

Aku tau, waktu itu kita sama-sama memiliki pasangan masing-masing. Tapi ternyata mereka hanyalah pelampiasan kita. Kita sama-sama menyibukkan diri dengan aktifitas keseharian kita yang seabreg tanpa henti, tapi disela-sela waktu malam kita, kita sama-sama merindukan waktu kebersamaan kita yang telah hilang, kita sama-sama ingin menghubungi walau lewat media sosial, ternyata ada bisikan kecil yang menyuruh kita untuk tetap bergeming. Ah, itu malam-malam yang telah lalu, ketika aku berstatus sebagai 'mantanmu'.

Kini adalah masa kita, masa yang kembali kita raih bersama. Atas keberanianmu, atas kesadaran kita atas ketidak nyamanan dengan seseorang yang baru hadir di kehidupan kita. Ternyata semua merubah segala yang telah berjalan. Ya, dengan yakin, dengan segenap harapan di tanganku, aku juga ingin kembali memegang erat tanganmu. Kita telah sama-sama dewasa, kita telah mengetahui sisi kelebihan dan kekurangan kita, dan kita telah sama-sama tau, tujuan kita hidup di dunia ini adalah sama!

Advertisement

Ya, dengan aku kembali kepelukanmu, bagiku tidak ada yang salah, tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi, bukankah orangtua kita telah merestui hubungan kita? Bukankah semuanya akan baik-baik saja dengan pelajaran-pelajaran yang telah kita dapat?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya