Sejujurnya aku sangatlah lelah. Aku lelah menjadi seseorang yang rapuh melebihi saat aku belum bersama mu,melebihi saat aku bersama yang lain nya. Ketika bersama mu,aku selalu saja mudah tersentuh dan menjadi sentimental.

Mungkin kamu akan bertanya mengapa aku mudah tersentuh,karena kadang kala kata-kata yang kau lontarkan membuat hati ku terasa sakit dan membuat dada ku terasa sesak.Namun aku tetap tersenyum di depan mu,menyembunyikan rasa sakit tersebut.

Advertisement

Namun sayang aku tak mampu menahan rasa sakit itu lebih lama lagi,hingga pada akhirnya ku tuangkan tangisan ini saat aku sendiri ditemani Sang Malam. Kemudian tidur ku pun terasa tak nyenyak,dan aku pun bermimpi buruk tentang dirimu. Tapi pernahkah kau dengarkan ini?

"Kata-kata selalu mampu mengubah segalanya"

Hal kecil yang kau katakan selalu terasa penting bagiku meski kamu menganggap aku belum mampu mengerti dirimu yang sebenarnya. Sayang,aku sedang belajar memahami dirimu.

Advertisement

Memang benar adanya,aku selalu terisak tangis di dalam keheningan ketika aku merasa melakukan hal yang salah padamu,ketika aku bertindak sesuka hati tanpa memikirkan apa yang kamu rasakan,ketika aku menyesali banyak hal tentangmu,dan juga ketika aku membaca setiap pesan singkat darimu.

Dahulu aku selalu mudah tersenyum membaca pesan singkat darimu,akan tetapi kini rasanya sudah tak sama.. Aku lebih sering berbohong padamu bahwa aku baik-baik saja ,kemudian aku tersenyum. Akan tetapi setelah kamu tak ada di dekatku,setelah kamu tak ada di hadapanku… Tiba-tiba saja air mata ini mengalir tanpa seizin ku.

Hingga suatu ketika aku bertanya-tanya dalam hatiku,
"Kapan kau akan membuatku menangis bahagia?"

Kurasa kamu belum mampu menjawabnya. Asalkan kamu tahu,aku pun punya alasan mengapa aku tak menangis di hadapan mu dan mengapa aku tak ingin sedih saat bersamamu…

Karena aku ingin kamu melihatku selalu tersenyum,terlihat riang tanpa beban dan masalah apapun. Kemudian ketika aku tak ingin sedih saat bersamamu karena waktu yang kita habiskan bersama sangatlah berharga,sehingga aku ingin membuatmu menikmati setiap waktu yang berlalu saat kita bersama,setiap detiknya menjadi kenangan di dalam ingatanmu.

Tapi semoga kau tahu bahwa aku selalu berharap lebih. Berharap agar kamu membuatku menangis bahagia dengan senyuman yang tulus.

Ada satu hal yang ku sadari,tanpa kita menyambut perpisahan pun sudah membuatku menangis. Kemudian aku bertanya-tanya lagi, mungkinkah kita berpisah? Jikalau kita berpisah,seperti apakah tangisku nanti? dan seperti apakah ekspresimu nantinya?

Ku harap aku dan kamu tetap baik-baik saja.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya