Salib ini ku genggam erat dan menyiksaku perlahan..
Lalu bagaimana dengan tasbihmu??
Kau telah kalungkan erat juga kah sampai tersekat rasa itu di pangkal hidup kita?

Entah bagaimana ada suatu keteguhan ini sampai kita bertahan.
Apa karena cinta yang telah kita ciptakan?
Kita kah? Tercipta kah?
Atau ada Dia yg turut andil disana?
Dia? Dia versi mu atau Dia versiku?
Bukankah Dia satu?
Lalu mengapa kita berbeda?

Advertisement

"Jangan cari pembenaran.. atau kambing hitam."

Lalu ternyata cinta hanya untuk mereka dengan agama yang sama, dengan suku dan kasta yang sama, status sosial yg sama?, dan (apa seharusnya) berbanggalah mereka yang ‘berbeda’ namun tetap dapat menjalin kehidupan berbahterakan rumah tangga?

"Sayangnya, tidak semua dari kita bisa memilih takdir yang kita suka.."

Advertisement

Sudah tau beda, kenapa dulu diterusin aja?
Ha.. mungkin versi Cinta tak kenal logika, bermain dlm kasus ini?
Cinta yang tak mungkin?

Kamu tahu solusinya? Ya kami punya.
Keteguhan dan kekuatan hati, kesabaran dan sebuah keikhlasan,,

"Entah harus menjalaninya kemudian mengalah dengan menunjukkan perbedaan yang dipersamakan,"

Atau berhenti dan berpisah…

"Cinta toh nanti hilang pula, seperti dulu awalnya muncul pun tak direncanakan..,"
"Tuhan yang nanti kan menolongmu atau mungkin juga menghukummu", mereka bilang..
"Tuhan yang mana?"
Kan ada satu..
"Ohh…"

"Mengertilah cintaku.."
"apa mungkin?? Air mata kita sia-sia.."
"kita memiliki kebahagiaan yang tak bisa dimengerti banyak orang, mereka yang sibuk menghakimi kita.."
"dan kita tetap saling menguatkan.."

"terimakasih karena telah menjadi tegar untuk kita, berjuang, meski dalam kesakitan.."

Tak semua yang ku tulis adalah tentangku, tak semua yang kau baca adalah tentangmu…
Untuk kita, yang sedang memperjuangkan sesuatu.. bahkan untuk cinta yang sama namun tak mampu saling bersama…

God is good, even when peole are not..

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya